RADARTASIK.ID – Siapa sangka, lahan kecil di halaman rumah bisa disulap menjadi sumber ketenangan dan peluang ekonomi baru seperti yang dilakukan oleh Irukawa Elisa lewat Kebun Iruocha
Kebun herbal Bantul Yogyakarta ini menarik, karena menyatukan konsep penyembuhan alami dan produktivitas ekonomi.
Dilansir dari kanal Oasis, Elisa yang berkecimping di dunia kepenulisan sekaligus lulusan psikologi ini memulai kebunnya bukan karena latar pendidikan pertanian, melainkan dari kebutuhan pribadi untuk mencari ketenangan dari rutinitas menulis yang padat dan menguras pikiran.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Naik Lagi! Begini Rinciannya Untuk Antam, UBS, dan Galeri 24Intip! Enam Keunggulan iQOO Z10 Lite, Si Tangguh 2 Jutaan, Yang Punya Ketahanan Militer dan Performa Kencang
Elisa mengaku awalnya hanya ingin memiliki ruang hijau untuk menenangkan diri. “Jadi lebih ke penghilang stres saja kalau berkebun,” ujarnya.
Namun tanpa disadari, aktivitas tersebut berkembang menjadi ladang inspirasi sekaligus sumber penghasilan kecil dari penjualan tanaman herbal yang ia rawat sendiri.
Melalui proses belajar otodidak, Elisa membuktikan bahwa berkebun tidak selalu membutuhkan modal besar atau pengetahuan akademik tinggi.
Ia menuturkan, “Jadi, otodidak justru itu mengekplore dari kesalahan saya belajar, oh ini salah. Oke. Oh, ini dari kesalahanku ternyata gini. Oh, ternyata yang benar ini.”
Pengalaman jatuh bangun itu justru menjadi guru terbaik dalam membentuk karakter dan ketekunan dirinya.
Kini, Kebun Iruocha menjadi contoh nyata bahwa berkebun sebagai terapi stres bisa berdampak positif, tidak hanya bagi kesehatan mental, tetapi juga ekonomi rumah tangga.
Elisa menjual sebagian hasil kebunnya, terutama tanaman herbal seperti daun mint, sambung nyawa, dan purwoceng, yang banyak diminati karena manfaat kesehatannya.
Baca Juga:Rekomendasi HP Tangguh Kelas Menengah, Harga 3 Jutaan Ke Atas, Performa Ngebut Baterai Super AwetVivo Y21D Resmi! Punya Daya Tahan di Segala Cuaca, Performa Stabil Dengan Harga di Kelas 2 Jutaan
Menariknya, Elisa mengembangkan konsep kebunnya dari sudut spiritual dan numerologi yang ia pahami.
Ia percaya bahwa setiap tanaman memiliki energi penyembuh yang bisa memulihkan keseimbangan tubuh dan pikiran.
“Ternyata setelah aku lihat tarik ke belakang semuanya penyembuhannya lewat tanaman. Makanya aku sekarang fokusnya ke herbal,” ungkapnya.
Tanaman herbal yang ditanam secara organik diyakini Elisa memiliki vibrasi energi lebih tinggi.
Konsep ini sejalan dengan tren manfaat tanaman herbal organik yang kini semakin diminati masyarakat urban karena dinilai lebih alami dan ramah lingkungan.
