Hidup yang dijalani tegasnya, memang untuk ibadah. Tapi tidak diartikan sempit sebatas melaksanakan ritual. Ibadah itu kebermanfaatan.
“Kehidupan itu tidak pernah berhenti. Kita jangan berpikir yang aneh-aneh. Apa yang bisa kita kerjakan. Berdayakan akan, terus mendidik keyakinan dan perilaku. Action,” tegas leader untuk 200 tim RSOP Ciamis itu.
Dokter Iman Solichin begitu bangga dengan pencapaian tim RSOP Ciamis. Usia operasional 7 tahun, tepatnya nanti tanggal 7 Desember 2026. Prestasi RSOP Ciamis dalam manajemen sudah setara dengan RSOP Purwokerto yang berusia 20 tahun.
Baca Juga:Pasca Digeledah KPK, Guru SMAN di Tasikmalaya Diberi Cuti untuk Bereskan MasalahKPK Geledah Rumah Guru di Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Penerimaan Maba Unsoed
Kuncinya ternyata ada 4 pilar kepemimpinan. “Pilar operasional. Pilar administrasi. Pilar keuangan. Pilar sarana. Operasional dan administrasi harus didukung keuangan dan sarana. Di RSOP Ciamis masing-masing pilar sudah terpisah. Bisnis itu bermula dari uang dan berakhir juga dari uang,” tandas sang dokter.
Kenapa sang dokter ini memilih tampil sederhana. Keseharian melebur tanpa batas dengan karyawan. Makan bersama di kantin sambil bersenda gurau. Tidak jaga imej. Meskipun level sudah dokter spesialis plus pemilik rumah sakit.
Jawabannya kembali ke soal takdir. Dokter Iman pun terus mengarahkan timnya untuk paham takdirnya. Bahwa bekerja itu bukan sebatas untuk uang. Harus menemukan takdir. Wujudnya berupa karya nyata. Sebab yang ditanya bukan apa pendapatmu. Tapi apa karyanmu. Karya yang bisa dilakukan sendiri, karya yang dilakukan bersama (tim) yang lain. Tentunya karya yang baik dan bermanfaat.
” Mereka sedang saya tempa. Fokus kepada peran masing-masing. Tanpa mengabaikan kebersamaan tim,” tutur suami dari Ny Rina Dwikorina.
Ada tekad kuat dokter Iman. Kata-katanya selalu dia ulang kalau bertemu saya. Dia ingin semua timnya bahagia. Sejahtera. Kalau bisa menikah pun dengan sesama karyawan saja.
“Kang, kondisi saat ini siapa yang berubah akan bertahan. Berubah untuk bertahan hidup. Di depan akan ada pertarungan besar. Kebaikan melawan keburukan. Kebaikan akan menang.
Siapa yang berjalan dalam keburukan akan hancur,” kembali tema serius dan sensitifnya muncul.
Baca Juga:Becak Listrik Pun Tersenyum!Ketika Prabowo Minta KartaNU, PCNU Kota Tasik Malah Tak Kebagian Sapa!
Bagi saya, sambungnya, kondisi saat ini kita cukup amalkan Al Ashr. Semua manusia rugi. Kecuali yang beriman, beramal baik saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.
