Ia menambahkan, upaya membangun sisi hulu tersebut bukan tanpa tantangan. Pengembangan budidaya ulat sutera menjadi langkah yang relatif baru baginya sementara dukungan tenaga ahli di bidang tersebut masih terbatas. Meski demikian, kondisi itu tidak menghalangi pihaknya untuk memulainya melalui penanaman murbei di lahan seluas satu hektare.
“Kita sebenarnya harap-harap cemas karena di kita tidak ada pakar di bidang pembudidayaan ulat sutera, tapi kita berani menanam satu hektar,” katanya.
Menurut Khifayati, pengembangan budidaya ulat sutera di Cineam menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan kebutuhan bahan baku bagi industri tenun di Tasikmalaya. Penguatan dari sisi hulu tersebut diharapkan dapat menopang aktivitas perajin yang selama ini berada di sisi hilir. (fwd)
