HIPMI Pangandaran Targetkan Pengusaha Lokal Mendominasi Ekonomi Daerah

HIPMI Pangandaran
Pengurus HIPMI Pangandaran usai Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) Kamis (17/9/2026) (Foto: Istimewa)
0 Komentar

Menurutnya, peningkatan kapabilitas dan daya saing pengusaha daerah merupakan salah satu agenda fundamental yang menjadi tanggung jawab HIPMI.

“Kita nggak bisa terus menyalahkan perusahaan luar karena mengambil project di Pangandaran. Kalau mereka lebih siap, ya mereka yang akan mengambil. Tugas kita adalah membuat pengusaha Pangandaran lebih siap,” ujarnya.

Sementara itu, pada pilar ketiga, ‘Siap’, pengusaha lokal diharapkan memiliki mentalitas untuk ‘naik kelas’. Hal tersebut meliputi kesiapan membangun kemitraan strategis, bernegosiasi dengan investor, terintegrasi ke dalam rantai pasok (supply chain) perusahaan skala besar, serta berani mengambil pekerjaan dengan skala kompleksitas yang lebih tinggi.

Baca Juga:Misi Rahasia Ketua Gekrafs!Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!

Melalui landasan tersebut, HIPMI Pangandaran menegaskan komitmennya untuk mentransformasikan organisasi menjadi simpul pertumbuhan, jejaring relasi, dan keterbukaan akses usaha bagi para anggotanya.

Arah kepengurusan BPC HIPMI Pangandaran selanjutnya ditopang oleh empat pilar gerak, yakni Leadership Activation, Business Activation, Networking Activation, dan Community Activation.

Keempat pilar operasional tersebut dirancang untuk membina pengusaha yang tidak hanya mandiri dalam mengelola unit usahanya, tetapi juga berdaya saing tinggi dalam menguasai rantai ekonomi daerah. Ia menambahkan, indikator keberhasilan kepengurusan HIPMI tidak semata dinilai dari banyaknya seremonial kegiatan atau lonjakan kuantitas anggota.

Tolok ukur yang lebih substantif adalah terciptanya lompatan kelas pada korporasi lokal, terbukanya akses pasar serta instrumen investasi, kemampuan menggarap proyek-proyek bernilai tinggi, penyerapan tenaga kerja secara luas, dan terbangunnya sinergi antarpengusaha daerah.

“Saya ingin tiga tahun ke depan kita bukan cuma punya lebih banyak pengusaha. Saya ingin kita punya lebih banyak pengusaha Pangandaran yang mampu memiliki bagian dari ekonomi Pangandaran,” tegasnya.

Bagi Cinky, pengusaha lokal tidak harus memonopoli seluruh perputaran modal di Pangandaran, melainkan wajib menjadi simpul strategis dalam rantai nilai perekonomian daerah melalui kapabilitas melihat, mengerjakan, dan mengeksekusi peluang.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar