Bagi Umin, pengalaman di KPAID menjadi pelengkap penting terhadap pendidikan akademis yang diperolehnya di bangku kuliah. Pengetahuan tersebut memberinya bekal untuk menghadapi berbagai karakter dan situasi ketika berinteraksi langsung dengan anak.
“Bisa survive karena KPAID. Yang didapat di kampus itu akademisi, sedangkan di KPAID kita mendapatkan pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.
Kini, selain menjalankan tugas sebagai guru TK, Umin tetap aktif dalam kegiatan Satgas KPAID. Keterlibatan tersebut menjadi proses belajar berkelanjutan untuk memperkuat kemampuannya dalam memahami, mendampingi, dan melindungi anak.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat
Baginya, semakin banyak pengalaman yang diperoleh di lapangan, semakin besar pula pemahaman yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan. Ilmu yang didapat dari kegiatan sosialisasi maupun pendampingan juga dapat kembali dibagikan kepada lingkungan sekolah.
“Banyak ilmu yang didapat selama menjadi Satgas. Ketika menjadi narasumber, ilmu itu bisa disampaikan lagi di sekolah,” pungkasnya. (obi)
