TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Tasikmalaya tak lagi hanya identik dengan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilu. Personel Linmas di tingkat kelurahan kini dipacu untuk memiliki kapasitas dalam mitigasi hingga penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Hal itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah saat memberikan materi bertajuk Peranan Satgas/Satlinmas dalam Penanganan Bencana di Aula Mako Pol PP Kota Tasikmalaya, Rabu (16/9/2026).
Yogi mengatakan, penguatan kapasitas Satlinmas penting dilakukan mengingat potensi kejadian yang dapat muncul di lingkungan masyarakat cukup beragam. Mulai dari bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan tanah longsor, hingga bencana nonalam, bencana sosial serta kebakaran.
Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
“Sesuai mandat Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, Linmas memiliki peran strategis membantu pencegahan, penanggulangan bencana, serta penyelamatan masyarakat. Anggota Linmas adalah pihak yang paling awal ada di tengah lingkungan warga,” ujar Yogi di hadapan peserta pembekalan.
Menurutnya, peran Satlinmas dalam penanganan bencana mencakup tiga tahapan. Pertama, pra-bencana, dengan melakukan pemantauan terhadap gejala alam, sosialisasi langkah evakuasi, penyiapan sarana dan prasarana, hingga penyampaian peringatan dini.
Kedua, tanggap darurat, yakni mempercepat penyebaran informasi, melaporkan kejadian, mengerahkan regu evakuasi serta memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Sementara tahap ketiga yakni pasca-bencana, meliputi penggalangan bantuan, pemantauan kondisi wilayah serta mendukung proses rehabilitasi fasilitas sosial dan fasilitas umum.
Untuk memperkuat pelaksanaan tugas di lapangan, struktur Satlinmas juga dapat dibagi ke dalam sejumlah regu sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah. Di antaranya Regu Kesiapsiagaan/Kewaspadaan Dini, Regu Pertolongan Pertama, Regu Penyelamatan dan Evakuasi, Regu Pengamanan serta Regu Dapur Umum.
Pembekalan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Peserta juga mengikuti simulasi pemadaman kebakaran skala kecil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sekaligus mempraktikkan teknik penanganan awal dalam kondisi darurat.
Yogi berharap pembekalan tersebut membuat personel Satlinmas semakin siap ketika menghadapi kejadian darurat di lingkungan masyarakat.
