Dugaan Guru di Tasikmalaya Jadi Pengepul Maba Unsoed, AMI: Jangan Biarkan Pendidikan Jadi Lapak Transaksi

guru sma pengepul mahasiswa
Jausan Kamil, Ketua Asosiasi Muda Institute (AMI) Tasikmalaya.
0 Komentar

“Jangan menunggu skandal berikutnya baru kemudian melakukan pembenahan,” tambahnya.

Dia bahkan mendorong adanya evaluasi besar-besaran apabila memang diperlukan untuk memulihkan integritas dunia pendidikan.

Menurut Jausan, pendidikan harus dikembalikan pada khitah-nya sebagai ruang emansipasi sosial. Setiap anak bangsa harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan meraih masa depan berdasarkan kemampuan, kerja keras, integritas dan prestasi. Bukan berdasarkan transaksi.

Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Raih Peringkat 3 Nasional OMI RisetTurbo Prioritas Maxim Diprotes Ojol Tasikmalaya, Program Rp15 Ribu Disebut Bikin Driver Terjepit

“Bila diperlukan, harus ada restorasi total terhadap nurani akademik,” tegasnya.

Sebelumnya, dugaan keterlibatan seorang guru SMA di Tasikmalaya sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa baru Unsoed mencuat setelah KPK melakukan penggeledahan pada 9-10 September 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyebut salah seorang guru SMA di Tasikmalaya diduga berperan sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa.

“Salah satu guru SMA di Tasikmalaya diduga sebagai koordinator pengepul calon mahasiswa,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Penggeledahan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, termasuk ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas serta rumah sejumlah pejabat Unsoed.

Kasus tersebut kini masih dalam pengembangan KPK. Dengan demikian, dugaan keterlibatan guru asal Tasikmalaya tersebut tetap harus dilihat dalam kerangka proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

Namun bagi Jausan, apa pun hasil akhirnya, munculnya dugaan tersebut sudah cukup menjadi alarm agar sistem penerimaan mahasiswa dan pengawasan di lingkungan pendidikan diperketat.

Baca Juga:Kasus "Pengepul" Calon Maba Unsoed Harus Jadi Pintu Masuk Bongkar Celah Korupsi Pendidikan di TasikmalayaDibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan

Sebab, ketika pintu pendidikan mulai dipasangi label harga, yang terancam bukan hanya nama baik sebuah institusi. Masa depan generasi muda ikut dipertaruhkan.

Dan ketika pendidikan kehilangan integritas, bangsa bukan sekadar kehilangan kepercayaan publik—tetapi berisiko mewariskan kecurangan sebagai budaya. (rezza rizaldi)

0 Komentar