TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya terus mengembangkan upaya pengendalian hipertensi di masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Salah satunya dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui intervensi Progressive Muscle Relaxation (PMR) di wilayah kerja Puskesmas Kersanagara, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bina Wilayah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan bersama para lansia peserta pengajian di Masjid Nurul Qolbi, Jumat (11/9/2026).
Tim pengabdi dari Jurusan Keperawatan terdiri dari Yudi Triguna Skep Ns MKep, Ida Rosdiana MKep Ns SpKep MB, Ridwan Kustiawan MKep Ns SpKep Jiwa, Dr Peni Cahyati SKp MKes dan Dr Iwan Somantri Skp MKes. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Syahidah Zakia Nurul Aqila, Devita Arsilia Fitriawati dan Shelma Putri Dita.
Baca Juga:Dibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir Mahpud
Perwakilan Tim Pengabdian, Yudi Triguna Skep Ns MKep, mengatakan hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui kepatuhan terhadap pengobatan dan penerapan pola hidup sehat, tetapi juga pengelolaan stres dan relaksasi.
Oleh karena itu, PMR digunakan sebagai salah satu intervensi pendukung. Teknik tersebut dilakukan dengan menegangkan dan kemudian melemaskan kelompok otot tubuh secara bertahap.
“Teknik ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola ketegangan dan stres sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian tekanan darah,” katanya kepada Radar Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat PMR. Peserta kemudian dibimbing melakukan teknik relaksasi secara bertahap, mulai dari mengatur pernapasan, menegangkan kelompok otot tertentu, hingga melemaskannya secara perlahan.
Pendampingan diberikan agar peserta dapat melakukan teknik tersebut dengan benar dan aman. PMR juga dinilai mudah diterapkan karena tidak membutuhkan peralatan khusus.
“Dengan teknik yang relatif sederhana dan dapat dilakukan tanpa peralatan khusus, masyarakat diharapkan dapat menjadikan relaksasi sebagai salah satu aktivitas pendukung dalam pengelolaan hipertensi,”ujarnya.
Pemberdayaan masyarakat melalui PMR di wilayah kerja Puskesmas Kersanagara menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader kesehatan dan masyarakat.
