Como Bantai Leipzig 4-1, Fabregas: Kebahagiaan Saya Hanya Akan Berlangsung Lima Menit 

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas  Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Performa Diao bahkan mendapat pujian dari Fabio Capello yang membandingkannya dengan Rafael Leao.

Fabregas sendiri sebelumnya menegaskan bahwa Como harus bersabar terhadap pemain berusia 21 tahun tersebut setelah ia sempat absen panjang akibat cedera.

Selain Diao, Martin Baturina juga tampil penting dengan mencetak gol pembuka Como. Fabregas mengaku sangat percaya terhadap kemampuan pemain asal Kroasia tersebut.

Baca Juga:Como Selamatkan Marwah Wakil Italia di Liga Champions, Capello Sanjung Assane DiaoFrancesco Balzani: AS Roma Wakil Italia yang Paling Siap Berprestasi di Liga Champions

“Saya sangat percaya kepada Martin. Kami mencoba memberikan kebebasan kepada bakatnya,” kata Fabregas.

Meski begitu, Fabregas tetap menuntut Baturina dan Nico Paz untuk menjalankan tugas bertahan.

Ia menjelaskan bahwa teriakannya kepada pemain-pemain berbakat tersebut bukan tanpa alasan.

“Ketika saya berteriak kepada pemain seperti dia atau Nico Paz, itu karena mereka memiliki bakat besar, tetapi terkadang lupa melakukan fase bertahan. Saya harus memberi mereka energi,” ujarnya.

Fabregas juga menjelaskan perubahan sistem permainan Como pada bagian akhir pertandingan.

Setelah timnya unggul 3-0, Leipzig mengubah struktur permainan dan lebih banyak menyerang melalui sisi lapangan.

Como kemudian memilih bertahan lebih dalam untuk mengelola pertandingan.

“Kami harus mampu mengelola setiap bagian kecil dari pertandingan. Hari ini kami bermain dengan lima pemain di belakang karena setelah tertinggal 3-0, Leipzig mengubah struktur dan mendorong serangan melalui sayap,” jelas Fabregas.

Baca Juga:Gasperini Bangga Kembali ke Liga Champions Bersama AS Roma: Kami Harus Percaya DiriComo Lakoni Debut Bersejarah di Liga Champions, Fabregas: Kami Harus Percaya Bisa Menang

Menurutnya, kondisi fisik pemain juga menjadi pertimbangan. Setelah menjalani jadwal padat, para pemain Como mulai kelelahan sehingga pendekatan permainan harus disesuaikan.

“Pemain kami mulai lebih lelah. Kami bertahan dengan baik dalam blok rendah dan masih mampu melakukan dua atau tiga serangan balik. Kami harus bisa mengelola setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi tim yang terkadang lebih baik daripada kami,” katanya.

Di balik kemenangan telak tersebut, Fabregas tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah Como.

Ia menyebut skuadnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik karena banyak pemain baru bergabung.

“Dalam hal permainan, saya pikir kami masih kurang karena memiliki banyak pemain baru. Kaiki dan Kean penting bagi kami, tetapi mereka masih harus memahami pergerakan yang kami inginkan,” ujarnya.

0 Komentar