23. Napoli – 0,4 persen
Prediksi superkomputer tersebut menjadi menarik jika disandingkan dengan pernyataan Fabregas menjelang pertandingan debut Como di Liga Champions melawan RB Leipzig.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa Como tidak boleh hanya datang ke Liga Champions untuk menikmati pengalaman.
Ia ingin para pemainnya memiliki keyakinan bahwa mereka mampu mengalahkan lawan mana pun.
Baca Juga:Como Vs RB Leipzig, Fabregas Incar Kemenangan Perdana di Liga ChampionsFans Al-Hilal Minta Simone Inzaghi Dipecat: Ditumbangkan Neom Meski Habiskan Dana Transfer Rp4 Triliun
“Saya berharap para pemain turun ke lapangan dengan pikiran bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan, seperti yang kami lakukan sejak saya datang ke Serie B,” ujar Fabregas.
Menurutnya, mentalitas untuk mengejar kemenangan harus tetap menjadi identitas Como, termasuk ketika menghadapi klub yang lebih berpengalaman di Eropa.
“Tanggung jawab kami adalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, yaitu berusaha menang. Itu harus menjadi mentalitas kami,” katanya.
Fabregas menyadari Leipzig memiliki pengalaman lebih besar di kompetisi Eropa. Klub Jerman tersebut juga dikenal memiliki pemain-pemain muda dengan intensitas permainan tinggi.
Namun, Fabregas tidak ingin anak asuhnya terlalu memikirkan status lawan.
“Mereka sangat kuat dan terbiasa dengan situasi seperti ini. Kami harus memiliki kepribadian,” tegasnya.
Ucapan Fabregas yang paling relevan dengan prediksi Opta adalah ketika ia membahas peluang Como menghadapi tim-tim besar Eropa.
Ia mengakui bahwa Como mungkin tidak selalu menjadi favorit ketika menghadapi klub-klub elite. Bahkan, ada kemungkinan mereka hanya memiliki peluang kemenangan yang relatif kecil.
Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menyerah.
Baca Juga:Omari Hutchinson, Pemain Baru AC Milan Mengaku Tak Menonton Serie AMengapa Lazio Bisa Rekrut Diogo Leite untuk Gantikan Romagnoli Setelah Bursa Transfer Ditutup
“Mungkin kami akan menghadapi pertandingan dengan peluang menang hanya 20 atau 30 persen. Tetapi kami harus mampu mengeluarkan 100 persen dari peluang 20-30 persen itu agar bisa melakukan yang terbaik,” kata Fabregas.
Ia menekankan pentingnya detail karena pertandingan di level Eropa bisa ditentukan oleh kesalahan kecil.
“Di Eropa ada begitu banyak kualitas. Jika Anda melakukan kesalahan, mereka bisa menghukum Anda. Kami harus memahami setiap momen pertandingan,” ujarnya.
Karena itu, angka 0,8 persen dari superkomputer Opta tidak membuat Fabregas kehilangan keyakinan.
Bagi Como, prediksi tersebut justru menggambarkan posisi mereka sebagai tim yang masih harus membuktikan diri di panggung tertinggi Eropa.
