Semangat Jaga Perdamaian Dunia, Ciamis Dorong Diplomasi ke Tingkat Internasional

Perdamaian
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri Milangkala ke-17 “Gong Perdamaian Dunia” yang digelar di Situs Budaya Karangkamulyan, Rabu (9/9/2026). (Istimewa)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian, toleransi antarumat beragama, dan harmoni sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Milangkala ke-17 “Gong Perdamaian Dunia” di Situs Budaya Karangkamulyan, Rabu (9/9/2026).

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengangkat nilai sejarah perdamaian Tatar Galuh sekaligus mendorong peran Ciamis dalam membangun perdamaian di tingkat yang lebih luas.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, peringatan Gong Perdamaian Dunia ke-17 menjadi momentum untuk mencetuskan visi besar mengangkat nilai diplomasi Ciamis ke tingkat internasional.

Baca Juga:Magnet Pilpres 2029 Menguat, Waketum Golkar Ahmad Doli Tangkap Sinyal dari AHYDPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 Triliun

“Saya bangga atas sejarah leluhur Tatar Galuh yang visioner. Oleh karenanya saat ini sudah sepantasnya kita mengundang kepala negara lain, karena di sinilah lahir perdamaian,” katanya saat sambutan di Situs Budaya Karangkamulyan, Rabu (9/9/2026).

Herdiat menyebut, langkah tersebut akan dilanjutkan dengan mengundang para duta besar negara-negara yang berada di Indonesia. Menurutnya, upaya membangun perdamaian dunia dapat dimulai dari Ciamis dengan mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Tidak ada yang tidak mungkin, kalau kita mempunyai keinginan yang tinggi, insyaallah itu akan terwujudkan ketertiban dunia,“ ujarnya.

Ia menegaskan, perdamaian membutuhkan ikhtiar nyata. Menurutnya, kedamaian tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui perjuangan, kesadaran, dan komitmen bersama.

“Jauh sebelum Indonesia lahir, bahkan jauh sebelum UUD 1945 dirumuskan, Tatar Galuh Ciamis telah lebih dahulu menorehkan jejak agung tentang perdamaian,“ katanya.

Herdiat juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai berbagai konflik geopolitik. Di dalam negeri, eskalasi politik juga dinilai dapat menimbulkan keresahan dan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Dampaknya sangat luar biasa, salah satu contohnya adalah dengan naiknya terus harga BBM, harga kebutuhan pokok tinggi, dan lainnya,“ ujarnya.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

Karena itu, ia menginstruksikan agar nilai-nilai perdamaian tidak berhenti dalam kegiatan peringatan tahunan. Semangat tersebut harus ditanamkan sejak dini dan diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jadikan Ciamis sebagai rumah nilai perdamaian sejarah, tempat belajar dari sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis,“ katanya.

0 Komentar