TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong agar pertumbuhan investasi di daerah tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik modal. Kehadiran investasi diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat.
Pemkot Tasikmalaya menilai investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkot Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, SE, MM, mengatakan pemerintah ingin setiap aktivitas investasi memiliki efek berantai terhadap perekonomian lokal.
Baca Juga:Malik Mahpud dan Burung Macaw!PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk Prioritas
Menurutnya, investor maupun pelaku usaha diharapkan dapat melibatkan pengusaha lokal, menggunakan produk dan material yang tersedia di daerah, serta membuka kesempatan kerja bagi warga Kota Tasikmalaya.
“Bukan hanya melihat berapa besar investasinya, tetapi bagaimana investasi itu bisa meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat. Kompetensi harus ditingkatkan dan seluruh pekerjaan juga harus memperhatikan batasan serta ketentuan infrastruktur,” ujar Hesti.
Ia menjelaskan, prinsip serupa juga perlu diterapkan dalam kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah daerah. Belanja yang bersumber dari APBD, kata dia, sebisa mungkin dapat memberikan efek ekonomi kepada masyarakat dan dunia usaha lokal.
Dengan demikian, pembangunan fasilitas maupun infrastruktur di Kota Tasikmalaya tidak hanya menghasilkan bangunan atau sarana fisik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita membangun di Kota Tasikmalaya, anggarannya dari APBD Kota Tasikmalaya, tetapi kemudian seluruh belanjanya justru keluar dari Kota Tasikmalaya,” tegasnya.
Hesti menilai keterlibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai kegiatan pembangunan dapat memberikan dampak berantai. Ketika pengusaha daerah memperoleh pekerjaan, aktivitas tersebut berpotensi melibatkan tenaga kerja, pemasok bahan, jasa transportasi hingga sektor usaha pendukung lainnya.
Perputaran ekonomi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru bagi masyarakat.
Baca Juga:Meski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan AnjlokMisi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak Realistis
Namun, upaya memperbesar dampak ekonomi lokal tersebut tetap harus berjalan dalam koridor aturan. Pemerintah tidak ingin kemudahan investasi justru mengabaikan legalitas, standar teknis maupun ketentuan pembangunan yang berlaku.
