Dilirik Investor,  Dua Hotel Baru Akan Hadir di Kabupaten Garut

Hotel
Hotel Rancabango di Jalan Ibrahim Adjie, salah satu hotel di Kabupaten Garut. (Agi Sugiana/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Sektor pariwisata Kabupaten Garut terus menunjukkan daya tarik bagi investor industri perhotelan. Hal itu dibuktikan dengan akan hadirnya dua hotel baru di Kabupaten Garut.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut mencatat, ketersediaan akomodasi saat ini belum sebanding dengan lonjakan wisatawan yang berkunjung, terutama pada masa libur akhir pekan (weekend).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar mengungkapkan bahwa terdapat dua proyek pembangunan hotel baru yang sedang diproses untuk memenuhi kebutuhan fasilitas penginapan di Garut.

Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi

Ia menyampaikan, kedua hotel tersebut adalah jaringan Hotel HARRIS serta hotel baru berinvestasi dari Amerika Serikat di kawasan Cipanas.

“Untuk hotel yang baru itu kemarin kita sudah ada Hotel HARRIS. Terus ada hotel yang di bekas lapangan kuda Cipanas yang baru, itu investasi dari Amerika,” ucapnya,” Kamis, 10 September 2026.

Budi merincikan, lokasi pembangunan Hotel HARRIS berada di area strategis Jalan Ibrahim Adjie. Sedangkan untuk satu lagi berada di jalan cipanas garut.

Mengenai kelengkapan dokumen perizinan, pihak pengembang telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan siap melangkah ke tahap pengerjaan fisik.

“Hotel HARRIS itu di Jalan Ibrahim Adjie. PBG-nya sudah terbit, tinggal mereka mengurus bagaimana proses-proses dari pembangunannya,” katanya.

Sementara itu, untuk hotel di bekas lapangan kuda Cipanas, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Amerika Serikat tersebut saat ini sedang dalam proses perizinan di tingkat pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Sekarang sedang diurus terkait dengan PMA-nya di BKPM. Kalau PMA-nya di BKPM turun, itu sudah bisa ditindaklanjuti oleh kita,” tambahnya.

Baca Juga:Kawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan SementaraPenerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan Kecelakaan

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa penambahan hotel-hotel baru ini sangat krusial mengingat kapasitas kamar hotel di Garut sering kali tidak mencukupi untuk menampung tingginya volume kunjungan wisatawan saat weekend.

Ia mengatakan, sejak dulu Kabupaten Garut merupakan daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

“Karena di Garut itu dari zaman Belanda sudah menjadi daerah wisata. Udaranya dingin, sejuk. Kemudian pabrik hanya ada di empat kecamatan, sehingga wisatawan merasa sangat nyaman berada di Garut,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar