Uang Receh Jadi Dana Sosial, Desa Muncang Sodonghilir Tasikmalaya Luncurkan Gerakan Bebas Koin

Desa muncang
Pemerintah Desa Muncang Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya saat menjalankan program zakat infaq dan sedekah, Rabu 9 September 2026. (Istimewa)
0 Komentar

Pertama, Muncang Peduli, untuk membantu warga yang terdampak musibah atau bencana seperti kebakaran, longsor, dan banjir, termasuk mendukung kegiatan kepedulian lingkungan.

Kedua, Muncang Sehat, yang difokuskan pada bantuan kebutuhan kesehatan warga kurang mampu, seperti biaya pengobatan darurat, operasional rawat inap, dan kebutuhan kesehatan sosial lainnya.

Ketiga, Muncang Cerdas, berupa beasiswa dan dukungan pendidikan bagi anak yatim serta siswa dari keluarga pra-sejahtera.

Baca Juga:Magnet Pilpres 2029 Menguat, Waketum Golkar Ahmad Doli Tangkap Sinyal dari AHYDPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 Triliun

Keempat, Muncang Taqwa, untuk mendukung kegiatan pembinaan keagamaan dan kebutuhan sarana peribadatan.

Kelima, Muncang Sejahtera, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.

“Kelima program tersebut membuat penghimpunan ZIS tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan uang, tetapi diarahkan kembali kepada kebutuhan nyata masyarakat,” bebernya.

Heryanto menegaskan, transparansi menjadi salah satu kunci keberlangsungan program. Penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses verifikasi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.

Usulan penerima bantuan dapat berasal dari RT/RW, kader desa, tokoh masyarakat, maupun lembaga keagamaan.

“Dengan mekanisme tersebut, penyaluran diharapkan tidak bersifat serampangan dan dapat menyasar warga yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.

Camat Sodonghilir, Asep Priyatna Saputra, SSTP MM mengapresiasi langkah Desa Muncang dalam mengembangkan penghimpunan ZIS berbasis masyarakat dan kearifan lokal.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

“Program tersebut memiliki nilai strategis karena mengajak masyarakat membangun kepedulian sosial dari hal yang sederhana,” katanya.

Menurut Asep, uang dengan nominal kecil yang selama ini sering dianggap tidak berarti dapat dikumpulkan secara bersama-sama dan dikelola untuk membantu warga yang membutuhkan.

Ini kata Asep merupakan sebuah inovasi yang sangat baik. Bagaimana sesuatu yang kecil, kalau dilakukan secara bersama-sama, kemudian dikelola dengan baik, transparan dan tepat sasaran, bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Ia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga konsistensi pengelolaan dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, mekanisme penghimpunan, pencatatan hingga penyaluran harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Terpenting adalah kepercayaan masyarakat. Jangan sampai masyarakat sudah memberikan infak dan sedekah, tetapi tidak mengetahui bagaimana pengelolaannya. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian utama dari gerakan ini,” katanya.

0 Komentar