Kepastian Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Ditunggu PKL dan Pengunjung

PKL Dadaha, Kota Tasikmalaya
Jalur utama Dadaha Kota Tasikmalaya yang ditutup masih menjadi tempat PKL mengais rezeki, Rabu (9/9/2026). (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID-Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Dadaha, Kota Tasikmalaya, hingga kini belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Beberapa pekan setelah rencana tersebut disampaikan pemerintah, aktivitas perdagangan di sejumlah titik masih berlangsung seperti sebelumnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah PKL masih menempati lokasi lama, termasuk area yang menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Jalan Utama Dadaha yang ditutup sebelumnya. Bahkan saat ini masih bisa dilalui kendaraan roda tanpa ada penjaganya dari petugas Dinas Perhubungan.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang memilih tetap bertahan di lokasi masing-masing. Mereka mengaku belum menerima tindakan penertiban secara langsung dan sejauh ini baru mendapatkan imbauan dari pemerintah.

Baca Juga:PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk PrioritasMeski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan Anjlok

Salah seorang pedagang, Ridwan, mengatakan dirinya masih berjualan di lokasi tersebut karena aktivitas berdagang merupakan sumber penghasilan sehari-hari.

“Masih di sini karena setiap hari jualan,” ujar Ridwan.

Meski masih bertahan di lokasi lama, Ridwan mengaku tidak keberatan apabila pemerintah melakukan penataan terhadap PKL. Menurutnya, yang terpenting adalah kebijakan tersebut tidak membuat pedagang kehilangan tempat untuk mencari nafkah.

Ia berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi yang jelas sehingga para pedagang tetap bisa menjalankan usahanya setelah penataan diberlakukan.

“Asalkan kami tidak diusir dan tetap dibiarkan berjualan,” katanya.

Rencana penataan PKL di kawasan Dadaha juga mendapat tanggapan dari masyarakat yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut.

Salah seorang pengunjung, Silvia, menyatakan mendukung langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menata keberadaan PKL. Menurutnya, penataan perlu segera direalisasikan agar fungsi kawasan Dadaha sebagai ruang publik dapat berjalan lebih tertib.

“Setuju agar segera direalisasikan,” kata Silvia.

Baca Juga:Misi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak RealistisPemkot Tasikmalaya Ingin Menata Dadaha, Meskipun PKL Tetap Ada

Ia menilai penerapan pembagian zona bagi aktivitas perdagangan maupun kegiatan masyarakat merupakan langkah yang baik. Namun, menurutnya, penataan harus dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi utama kawasan Dadaha, termasuk area yang digunakan masyarakat untuk berolahraga.

“Kalau pemerintah menerapkan beberapa zona, tentu saya setuju, asalkan tidak mengganggu aktivitas masyarakat seperti di jogging track,” ujarnya.

Silvia juga menyarankan agar pemerintah menyediakan fasilitas khusus bagi PKL sehingga keberadaan pedagang dapat lebih tertata. Salah satu konsep yang dinilai dapat diterapkan adalah pembangunan shelter atau tempat berjualan khusus.

0 Komentar