Tim Dosen Unsil Digitalisasi Tabungan Kurban dan Dakwah DKM Al-Furqon

tabungan kurban digital
Tim Pengabdian Dosen Civitas Akademik Unsil berfoto bersama saat sosialisasi di DKM Al-Furqon beberapa waktu lalu. (ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menerapkan sistem digital untuk pengelolaan tabungan kurban dan penyebaran informasi serta dakwah di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Furqon, Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Program tersebut dilaksanakan melalui Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM). Tim pengabdian mengimplementasikan dua sistem berbasis website untuk mendukung modernisasi tata kelola DKM.

Dua program itu meliputi digitalisasi media informasi dan dakwah serta pengelolaan tabungan kurban. Keduanya dirancang untuk membuat pengelolaan informasi dan dana sosial-keagamaan lebih terstruktur, transparan, dan mudah dipantau.

Baca Juga:Periksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta BeginiKorban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku

Program digitalisasi informasi dan dakwah dipimpin Cecep Muhamad Sidik Ramdani dengan anggota Acep Irham Gufroni, Indri Tri Julianto, Muhammad Adi Khairul Anshary, Helmy Dzulfikar, dan Irfan Nafis Sjamsuddin. Tim juga melibatkan dua mahasiswa, Fauzan Alif Salsabil dan Nizar Fathun Nazar.

Tim tersebut mengembangkan sistem informasi berbasis website yang dapat diakses dan dipantau pengurus melalui smartphone maupun komputer.

Cecep mengatakan program tersebut dilaksanakan untuk menjawab perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. DKM Al-Furqon dipilih karena memiliki aktivitas keagamaan dan sosial yang rutin serta jumlah jamaah yang cukup banyak.

Namun, penyampaian informasi sebelumnya masih mengandalkan pengumuman lisan setelah ibadah dan komunikasi informal. Kondisi tersebut dinilai membatasi jangkauan informasi sekaligus membuat dokumentasi kegiatan belum tersimpan secara terstruktur.

“Secara umum tujuan dari program ini yaitu meningkatkan literasi digital pengurus DKM, mempermudah pelayanan dan akses informasi kegiatan keagamaan bagi jamaah, menyediakan kanal informasi resmi yang terintegrasi, serta mengoptimalkan jangkauan dakwah digital secara luas dan berkelanjutan,” terangnya dalam keterangan kepada Radar Tasikmalaya Minggu (6/9/2026).

Website tersebut dilengkapi sejumlah fitur, di antaranya halaman frontend untuk jamaah, dashboard admin real-time, pengelolaan jadwal dan kegiatan, program DKM, agenda dakwah, berita, serta dokumentasi kegiatan.

Selain penerapan sistem, tim juga memberikan pelatihan literasi digital, pendampingan penyusunan standard operating procedure (SOP) publikasi, dan pembentukan kalender konten dakwah.

Baca Juga:79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah BekerjaRatusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan Karnaval

Program kedua diarahkan pada digitalisasi pengelolaan tabungan kurban. Sistem berbasis website tersebut memungkinkan pengurus mengelola dan memantau tabungan kurban secara real-time.

0 Komentar