CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 40 desa di Kabupaten Ciamis direncanakan berlangsung pada Minggu, 13 Desember 2026. Untuk pertama kalinya, proses pemungutan suara dalam Pilkades tersebut akan menggunakan sistem digital atau e-voting.
Penerapan teknologi dalam pemungutan suara itu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan seluruh kelompok pemilih tetap dapat menggunakan hak pilihnya. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah lanjut usia (lansia) yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital.
Pemerintah Kabupaten Ciamis masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi mekanisme pemungutan suara berbasis digital. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis bersama pemerintah desa dan panitia Pilkades serentak akan memperkuat sosialisasi dan pelatihan penggunaan sistem tersebut.
Baca Juga:DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 TriliunDemokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan Kemerdekaan
Perhatian khusus diberikan kepada pemilih lansia. Mereka tidak hanya akan mendapatkan sosialisasi, tetapi juga pelatihan dan pendampingan saat proses pemungutan suara berlangsung.
Kepala DPMD Kabupaten Ciamis, Asep Khalid Fajari mengatakan Pilkades serentak yang menggunakan digital dalam pemungutan suara baru pertama di Kabupaten Ciamis. Untuk itu, ketika penerapan sistem digital membutuhkan pemahaman yang cukup dari masyarakat, termasuk pemilih lansia yang belum terbiasa menggunakan teknologi.
“Khusus lansia selain sosialisasi ada pelatihan khusus dalam penggunaan suaranya dalam Pilkades serentak, bahkan sampai pelaksanaan disiapkan pendampingan pemungutan suara di bilik,“katanya kepala radar, kemarin.
Menurut Asep, sosialisasi tidak cukup dilakukan sekali. Pengulangan diperlukan karena tingkat pemahaman teknologi setiap pemilih berbeda, khususnya bagi lansia. Pemahaman yang diberikan sejak awal diharapkan dapat mengurangi kebingungan ketika pemilih berhadapan langsung dengan perangkat digital di tempat pemungutan suara.
“Adanya persiapan tersebut, pemerintah berharap pemilih lansia tetap dapat memberikan suara secara mandiri sejauh kemampuan mereka. Sosialisasi yang dilakukan sebanyak tiga kali juga diharapkan mampu meminimalkan kesalahan maupun kebingungan saat pemungutan suara,“ ujarnya.
Saat ini tahapan Pilkades serentak baru memasuki proses pelantikan panitia. Sebelum turun memberikan sosialisasi kepada masyarakat, para panitia akan mendapatkan pelatihan mengenai teknis pelaksanaan Pilkades digital.
