Geng Motor Tak Cukup Dibubarkan! Pembinaan Generasi Muda Kota Tasikmalaya Harus Digencarkan

solusi mengatasi geng motor
Para pengurus FOSSMA saat patroli memantau pergerakan geng motor di pusat Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (5/9/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Persoalan geng motor di kalangan anak muda dinilai tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan penindakan.

Ruang pembinaan, pendampingan keluarga hingga kegiatan positif dinilai perlu diperkuat agar generasi muda tidak mencari tempat pelampiasan di jalanan.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Selasar Masjid Agung (FOSSMA), Dadang Abdul Fatah, mengatakan pencegahan geng motor harus dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh akar persoalan.

Baca Juga:Payung Geulis Kota Tasikmalaya Unjuk Gigi di FESPIN Solo, Kriya Lokal Bidik Pasar DuniaKunci Rusak, Ahli Gizi Terjebak di Ruangan Kantor SPPG Cigantang Tasikmalaya

Menurutnya, anak muda yang terindikasi terlibat geng motor jangan buru-buru dicap sebagai pelaku kejahatan.

Mereka perlu didatangi, dirangkul dan diajak berdialog untuk mengetahui persoalan yang melatarbelakangi perilakunya.

“Pendekatan harus dari hati ke hati. Kita identifikasi masalah keluarga, pergaulan dan lingkungan, kemudian mengajak mereka kembali kepada kegiatan positif,” ujar Dadang, Minggu (6/9/2026).

Ia menilai keterlibatan tokoh pemuda yang dihormati di lingkungan mereka juga penting.

Dengan demikian, pendekatan kepada kelompok berisiko tidak berhenti pada nasihat normatif yang terkadang hanya terdengar bagus di atas kertas.

FOSSMA, kata Dadang, mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan dan perubahan bagi generasi muda.

Program tersebut dapat diwujudkan melalui kajian kepemudaan yang tidak menggurui, mentoring atau tarbiyah remaja, olahraga, seni Islami, hingga pembinaan akhlak dan tanggung jawab.

Baca Juga:Kejar Swasti Saba Wiwerda, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tasikmalaya Masih Jadi PR Utama44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan Beasiswa

Salah satu gagasan yang ditawarkan yakni program Satu Pemuda, Satu Pembina.

“Masjid dapat menjadi tempat pembinaan dan perubahan. Anak muda perlu didampingi, bukan hanya dinasihati,” tegasnya.

Selain pembinaan keagamaan, FOSSMA juga mendorong adanya ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas.

Kegiatan seperti kompetisi futsal, mini soccer, otomotif, musik, seni, e-sport, pelatihan kerja, kewirausahaan hingga bakti sosial dinilai bisa menjadi alternatif kegiatan yang lebih produktif.

Khusus bagi anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap sepeda motor, FOSSMA bahkan membuka gagasan pembentukan Komunitas Motor Berakhlak.

Komunitas itu dapat diarahkan pada kegiatan touring tertib, servis motor, safety riding dan bakti sosial.

Dengan begitu, kecintaan terhadap otomotif tidak harus berujung pada kebut-kebutan atau aktivitas yang meresahkan masyarakat.

0 Komentar