Dua Pelajar Jadi Korban, Genk Motor di Tasikmalaya Tak Bisa Dilawan dengan Narasi

aksi brutal genk motor 
Aktivis Tasikmalaya, Jausan Kamil. istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

Salah satu langkah yang bisa dilakukan, lanjutnya, yakni pendataan anak-anak dan remaja di lingkungan RT/RW.

Data tersebut dapat menjadi pijakan awal untuk mendeteksi potensi konflik sekaligus membangun basis informasi mengenai kondisi sosial anak dan remaja.

Kelompok kepemudaan juga dinilai perlu mengambil peran lebih besar melalui pembinaan intensif.

Baca Juga:Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi Kejar Jawaban dari Hasil AutopsiKarhutla Terus Mengintai Kota Tasikmalaya! Ilalang Kering dan Keterbatasan Air Jadi Ancaman

Termasuk menyediakan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan minat dan bakat sehingga memiliki aktivitas produktif.

Sementara aparat keamanan bersama unsur perlindungan masyarakat perlu meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama pada jam-jam yang rawan terjadi gangguan ketertiban umum.

Jausan meyakini perubahan dapat terjadi apabila seluruh elemen memiliki kemauan untuk bergerak dan mengambil bagian.

Daripada terus menyalahkan satu instansi, ia meminta seluruh pihak saling menyambut dan berbagi peran dalam menghadapi persoalan genk motor di Tasikmalaya.

“Tasikmalaya tidak membutuhkan lebih banyak narasi tentang genk motor. Tasikmalaya membutuhkan gerakan bersama,” pungkasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Tasikmalaya yang lebih ramah, aman, dan nyaman bagi masyarakatnya. (rezza rizaldi)

0 Komentar