Pemkot menargetkan seluruh proses verval selesai pada Oktober 2026. Viman optimistis target tersebut dapat tercapai seiring meningkatnya intensitas pembaruan dan koordinasi di lapangan.
“Saya yakin dengan timeline bulan Oktober itu beres. Nanti dengan intensitas update per minggu, dan ketercapaian itu akan terwujud,” tegas Viman.
Rojab menegaskan, penyelesaian persoalan ATS pada akhirnya tidak dapat diukur hanya dari berapa banyak data yang berhasil diverifikasi. Tujuan utamanya tetap memastikan anak-anak yang teridentifikasi benar-benar kembali memperoleh akses pendidikan.
Baca Juga:Periksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta BeginiKorban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku
“Yang paling penting bukan hanya datanya selesai, tetapi anaknya juga bisa kembali mendapatkan hak pendidikan,” pungkas Rojab.
Jika proses tersebut berjalan sesuai target, Viman berharap perbaikan penanganan ATS hingga Oktober tidak hanya menjadi capaian administratif pemerintah, tetapi juga perubahan nyata bagi anak-anak yang sebelumnya berada di luar sistem pendidikan.
“Kalau bulan Oktober progres ini membaik, ini akan jadi kado terindah bagi Kota Tasikmalaya,” katanya. (Fitriah Widayanti)
