Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan alat bukti lainnya.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan bentrok tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Semua keterangan saksi dan hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan,” katanya.
Hasil autopsi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih terang mengenai luka yang dialami IMM dan penyebab pasti kematiannya.
Baca Juga:Karhutla Terus Mengintai Kota Tasikmalaya! Ilalang Kering dan Keterbatasan Air Jadi AncamanTak Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Dapat Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Sementara itu, penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan hingga berujung pada meninggalnya remaja 16 tahun itu.
Kasus ini menjadi pengingat getir bahwa bentrokan jalanan yang berlangsung dalam hitungan menit bisa meninggalkan persoalan panjang—bukan hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi aparat yang kini harus mengurai satu per satu siapa yang memulai, siapa yang terlibat, dan bagaimana insiden dini hari itu berakhir dengan satu nyawa melayang. (rezza rizaldi)
