Tak Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Dapat Layanan Pendidikan dan Kesehatan 

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya perkuat pembinaan warga binaan
MoU Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan sejumlah instansi dan lembaga untuk peningkatan layanan warga binaan, Kamis (3/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya mulai memperkuat pembinaan warga binaan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi dan lembaga.

Pendidikan kesetaraan, layanan kesehatan, hingga pembinaan mental spiritual kini menjadi perhatian utama.

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah dirinya bertugas di Lapas Tasikmalaya sejak pertengahan April.

Baca Juga:Bayi Dibuang di Rumah Kosong Tasikmalaya, Polisi Kejar Jejak PelakuBentrok Geng Motor di Tasikmalaya! Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Kepala Dipukul Benda Tumpul

Saat pertama datang, masih terdapat sejumlah kebutuhan pembinaan yang belum terakomodasi.

“Banyak kegiatan yang belum terakomodir, seperti sekolah informal untuk penyetaraan Paket A, B dan C. Kemudian dokter juga tidak ada, pesantren juga tidak ada,” ujar Ismet, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pihaknya bergerak cepat dengan menggandeng berbagai stakeholder.

Hasilnya, Lapas Tasikmalaya kini telah menghadirkan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Di bidang kesehatan, Lapas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menghadirkan dokter yang memberikan pelayanan secara rutin dua kali dalam sepekan. Tenaga medis yang disiapkan mencakup dokter umum dan dokter gigi.

“Dokter umum sama dokter gigi. Kita juga bekerja sama dengan Pesantren Idrisiyah,” katanya.

Kerja sama dengan Pesantren Idrisiyah diarahkan pada penguatan mental dan spiritual warga binaan melalui kegiatan keagamaan.

Baca Juga:Toyota Kijang Terbakar di Tamansari Tasikmalaya, Api Diduga Dipicu Korsleting KelistrikanSabu 167 Gram dan 3.201 Pil Terlarang Dimusnahkan Kejari Kota Tasikmalaya, Modus “Tempel” Bikin Miris

Selain itu, Lapas juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana di lingkungan lapas.

Ismet menyebut terdapat lima stakeholder yang terlibat dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), yakni Kejaksaan Kota Tasikmalaya, BPBD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Pesantren Idrisiyyah dan Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

Seluruh PKS tersebut berlaku selama dua tahun.

“Semuanya krusial. Kita semuanya kawal karena ini menyangkut kegiatan pembinaan di Lapas IIB Tasikmalaya,” ujarnya.

Namun, Ismet menegaskan aspek kesehatan dan pendidikan menjadi bagian yang sangat urgen. Keduanya kemudian diperkuat dengan pembinaan mental spiritual dan akhlak.

“Kesehatan, pendidikan dan mental spiritual. Ini yang paling urgen sebenarnya di lapas-lapas, terkhusus di Lapas IIB Tasikmalaya,” terangnya.

0 Komentar