Ia mengapresiasi kolaborasi antara Lapas Tasikmalaya dengan jajaran kesehatan serta rumah sakit dalam memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Asep menegaskan, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kerja sama ini merupakan bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di dalam Lapas,” tambahnya.
Baca Juga:Bayi Dibuang di Rumah Kosong Tasikmalaya, Polisi Kejar Jejak PelakuBentrok Geng Motor di Tasikmalaya! Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Kepala Dipukul Benda Tumpul
Menurut dia, pelayanan kesehatan harus diberikan secara merata dan berkesinambungan, termasuk kepada warga binaan.
Melalui kolaborasi tersebut, pemeriksaan kesehatan berkala akan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan. Pemeriksaan juga mencakup upaya deteksi penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV.
Selain pemeriksaan, akan dilakukan penyuluhan kesehatan serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat.
Asep menyebut jajaran kesehatan juga menyiapkan tenaga dokter untuk mendukung pelayanan langsung di Lapas.
Sebanyak 12 dokter umum akan dilibatkan secara kolaboratif bersama tim medis yang ada di Lapas dan RSUD Tasikmalaya.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan sekaligus memastikan warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak.
Dengan pendidikan mulai dibuka, dokter mulai hadir dan pembinaan mental-spiritual diperkuat, wajah pembinaan di Lapas Tasikmalaya diarahkan agar tak sekadar membuat warga binaan menjalani masa hukuman, tetapi juga memiliki bekal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (rezza rizaldi)
