TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Memasuki usia ke-21, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Siliwangi mempertegas komitmennya memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga akhir 2026, BPR Siliwangi membidik tambahan sekitar 250 nasabah dengan penyaluran kredit mencapai Rp4 miliar. Itu untuk target penyaluran kredit tanpa agunan dan kredit pegawai perusahaan swasta.
Direktur Utama BPR Siliwangi, Sanni Erwansyah, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus perusahaan, khususnya dalam empat bulan terakhir 2026.
Baca Juga:Kasus Curanmor di Tasikmalaya Dibongkar Polisi! 18 Kasus Terungkap, 14 Motor DisitaPuluhan Jabatan Kosong di Pemkot Tasikmalaya Segera Diisi
Menurut dia, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, BPR Siliwangi berupaya menyediakan akses permodalan yang lebih mudah bagi pelaku usaha.
“Pokoknya kami usahakan ada (pertumbuhan) di sektor UMKM. Mudah-mudahan di sisa empat bulan menjelang akhir tahun 2026 ini bisa lebih tumbuh,” ujar Sanni, Senin (31/8/2026).
Sanni menjelaskan, BPR Siliwangi bahkan memasang target pembiayaan UMKM secara berkala setiap bulan.
Target tersebut menyasar pelaku usaha, baik skala kecil maupun yang membutuhkan pembiayaan lebih besar.
Nilai pembiayaan yang dibidik berada di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per bulan, dengan jumlah pelaku usaha yang menjadi sasaran dapat mencapai ratusan hingga ribuan.
“Untuk sekarang penginnya di setiap bulan ada semacam follow up dan evaluasi,” katanya.
Langkah memperluas pembiayaan UMKM tersebut bukan sekadar mengejar pertumbuhan bisnis.
BPR Siliwangi juga melihatnya sebagai bagian dari upaya memberikan alternatif pembiayaan yang lebih aman bagi masyarakat.
Baca Juga:OJK Tasikmalaya Ingatkan Warga Ciamis Jangan Tergiur Pinjol dan Investasi IlegalGudang ASP di Mangkubumi Tasikmalaya Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sanni menyebut, akses pembiayaan formal diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari pinjaman online ilegal maupun praktik pinjaman informal yang membebani.
“Program ini juga bisa membantu masyarakat dari istilah sekarang itu kan ada pinjol ilegal, terus ada pinjaman-pinjaman ke masyarakat, bank emok dan sebagainya,” terangnya.
Dengan kata lain, ketika pelaku usaha membutuhkan tambahan modal, BPR Siliwangi ingin hadir sebelum kebutuhan tersebut membuat masyarakat terjebak dalam skema pinjaman yang justru dapat memperberat beban usaha.
Untuk mendukung target tersebut, BPR Siliwangi juga menyiapkan sejumlah program promo pembiayaan. Salah satunya pembiayaan bagi UMKM dengan skema tanpa agunan.
