Sementara pada hari kerja, menurutnya, kepadatan relatif masih dapat ditoleransi. Bahkan setelah penertiban, suasana jogging track pada pagi hari terasa lebih lengang.
“Kalau weekday enggak se-pengaruh itu. Rame sih rame, tapi orang masih bisa lari. Bedanya sekarang agak lebih hening saja, enggak berisik kalau pagi-pagi lari di sini,” ujarnya.
Senada dengan Mulyasari, warga lainnya, Rismawati Putri (23), mengapresiasi langkah Pemkot Tasikmalaya mengembalikan fungsi Dadaha sebagai kawasan olahraga.
Baca Juga:Jaga Kota Tasikmalaya Tetap Kondusif, Kapolres dan MUI Perkuat Sinergi di Tengah Dinamika BangsaBukan Pemurtadan, ini Kronologi Rombongan Warga Cibeureum Tasikmalaya ke Jakarta!
Menurut warga Kecamatan Cihideung tersebut, selama ini keberadaan pedagang di dalam atau sekitar lintasan jogging track kerap dikeluhkan masyarakat yang menggunakan kawasan tersebut untuk berolahraga.
“Sekarang bagus sudah ditertibkan,” tuturnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan agar penertiban tidak berhenti pada pengosongan area.
Pemerintah tetap perlu memberikan tempat berjualan bagi PKL sehingga kepentingan olahraga dan ekonomi dapat berjalan beriringan.
“Ada gangguan mungkin orangnya, ada yang protes juga. Tapi tetap harus ada relokasi, biar yang lari puas juga,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai mematangkan langkah sterilisasi jogging track Stadion Wiradadaha dari aktivitas PKL.
Penataan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi lintasan sebagai ruang olahraga sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk menggusur PKL.
Baca Juga:Truk Tangki B50 Masuk Jurang di Gentong Tasikmalaya, Hindari Kendaraan Lain hingga OlengKesbangpol Kota Tasikmalaya Ungkap Duduk Perkara Dugaan Pemurtadan, Berawal dari Informasi Mulut ke Mulut
Pemerintah, kata dia, berupaya membagi zona aktivitas agar fungsi olahraga tetap berjalan tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mereka juga spiritnya sama, ingin Dadaha ini jadi tempat yang nyaman antara yang berolahraga karena fungsi Dadaha ini sebagai tempat olahraga,” kata Viman, Senin (24/8/2026).
Menurut Viman, PKL tetap menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di kawasan Dadaha. Karena itu, pemerintah memilih pendekatan penataan dan pengelolaan zona, bukan sekadar mengosongkan kawasan.
“Kita tata agar semua pihak juga nyaman di sana. Kita menata kelola, bukan menggusur,” tegasnya.
Pemkot Tasikmalaya juga telah menyiapkan site plan sebagai dasar penataan kawasan Dadaha. Pembagian zona tersebut mencakup lokasi pedagang, parkir, aktivitas olahraga hingga tempat usaha atau tenant.
