PKL Jogging Track Dadaha Tasikmalaya Ditertibkan, Warga Setuju Tapi Harus Ada Relokasi

penertiban PKL jogging track Dadaha
Warga sedang berolahraga di area jogging track Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Dadaha ditargetkan kembali menjadi kawasan olahraga, seni budaya, wisata, pembinaan generasi muda, ruang terbuka hijau, penelitian dan pengembangan, pendidikan serta fungsi lingkungan lainnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan aktivitas ekonomi PKL tidak serta-merta dihilangkan. Lokasi relokasi atau shelter resmi disiapkan sebagai bagian dari skema penataan.

Di sinilah pekerjaan rumah sebenarnya berada.

Jogging track memang perlu dikembalikan sebagai ruang bagi orang yang ingin berlari, berjalan dan berolahraga tanpa harus bermanuver di antara lapak dagangan.

Baca Juga:Jaga Kota Tasikmalaya Tetap Kondusif, Kapolres dan MUI Perkuat Sinergi di Tengah Dinamika BangsaBukan Pemurtadan, ini Kronologi Rombongan Warga Cibeureum Tasikmalaya ke Jakarta!

Namun, PKL juga tidak bisa diperlakukan sekadar sebagai penghalang pemandangan atau pengganggu lintasan.

Sebab, di balik lapak-lapak itu ada warga yang menggantungkan penghasilan.

Artinya, tantangan penataan Dadaha bukan sekadar membuat jogging track steril.

Pemerintah juga diuji untuk memastikan garis-garis dalam site plan tidak berhenti sebagai garis pemisah antara kepentingan olahraga dan ekonomi.

Kalau jogging track sudah kembali nyaman untuk berlari, jangan sampai para pedagang justru dibuat berlari mencari tempat jualan baru.

Jalan tengahnya sederhana di atas kertas: jogging track untuk olahraga, PKL mendapat tempat berjualan.

Tinggal memastikan jalan tengah itu benar-benar tersedia di lapangan, bukan hanya indah di atas site plan. (rezza rizaldi)

0 Komentar