RADARTASIK.ID – Gian Piero Gasperini dan Maurizio Sarri dinilai seperti menemukan kembali versi terbaik mereka setelah membawa AS Roma dan Atalanta meraih kemenangan pada laga pembuka Serie A 2026/2027.
Jurnalis Italia Marco Conterio melihat perubahan besar pada kedua pelatih tersebut.
Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, Conterio menyebut Gasperini dan Sarri seperti “terlahir kembali” setelah melihat bagaimana keduanya memulai musim bersama klub barunya.
Baca Juga:Ayah Tijjani Reijnders Ungkap Penyebab Anaknya Gagal Gabung JuventusHajar Klub Israel 5-2, Sabah FK Catat Sejarah Lolos ke Liga Champions
Gasperini menikmati debut luar biasa bersama Roma. Giallorossi menghancurkan Fiorentina dengan skor 4-0 di Stadion Olimpico, sebuah kemenangan yang langsung mengantarkan Roma ke puncak klasemen sementara Serie A.
Donyell Malen menjadi bintang utama pertandingan. Penyerang asal Belanda itu mencetak hat-trick masing-masing pada menit ke-27, 52 dan 60.
Menariknya, ketiga gol tersebut lahir dari assist Paulo Dybala. Bintang Argentina itu tampil sebagai kreator utama serangan Roma dan menunjukkan hubungan yang menjanjikan dengan Malen.
Niccolò Pisilli kemudian melengkapi pesta gol Roma melalui gol pada menit ke-86.
Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin bagi Giallorossi. Hasil itu juga menjadi sinyal bahwa proyek Gasperini di ibu kota Italia mulai menunjukkan bentuk yang diharapkan.
Conterio bahkan melihat senyum Gasperini sebagai salah satu indikator perubahan tersebut.
“Roma menang 4-0 melawan Fiorentina dan memperlihatkan seorang Gian Piero Gasperini yang belum pernah terlihat sesenyum ini,” tulis Conterio.
Baca Juga:AC Milan Utus Jorge Mendes Jual Rafael Leao, Galatasaray Siapkan Dana Transfer Rp1 Triliun AS Roma Coba Curi Kessie dari Genggaman Juventus: Lakukan Serangan Kilat di Malam Hari
Menurut sang jurnalis, Gasperini kini merasa benar-benar menjadi bagian sentral dari proyek Roma.
Klub disebut sedang dibangun dengan karakter dan filosofi yang sesuai dengan keinginan pelatih berusia 68 tahun tersebut.
Kondisi itu berbeda dengan beberapa periode sebelumnya dalam karier Gasperini ketika hubungan antara pelatih dan manajemen tidak selalu berjalan mulus.
Di Roma, Conterio melihat adanya keselarasan yang lebih kuat. Manajemen memberikan ruang bagi Gasperini untuk membangun tim sesuai visinya, sementara sang pelatih mendapatkan proyek yang bisa menjadi tantangan baru setelah kesuksesannya bersama Atalanta.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah Roma bisa menjadi kandidat Scudetto?
Conterio memberikan jawaban yang cukup tegas.
Menurutnya, jika Como layak disebut sebagai outsider dalam persaingan gelar, Roma juga pantas mendapatkan status serupa. Apalagi jika Giallorossi berhasil merampungkan transfer Malick Fofana dari Lyon.
