Dorong Peningkatan Laba Peternak, Unsil Tasikmalaya Kenalkan Teknologi Pengawetan Pakan dan Pemanfaatan Limbah

Unsil Tasikmalaya teknologi Pengolahan pakan ternak
Tim akademisi Unsil Tasikmalaya menunjukkan proses pengolahan pakan supaya bisa diawetkan, awal Agustus 2026. (Foto:Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Universitas Siliwangi (UNSIL) mendorong masyarakat peternak di Kampung Cicau, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, untuk mengembangkan usaha peternakan dengan menerapkan teknologi pengawetan pakan dan pemanfaatan limbah ternak.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Teknologi Pakan dan Limbah Ternak Berbasis Kolaborasi Lokal untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak”.

Kegiatan dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di Sekretariat Kelompok Tani Cisarongge, Kampung Cicau. Program tersebut menjadi bagian dari Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) Universitas Siliwangi Tahun 2026.

Baca Juga:Kuatkan UMKM Rajapolah Tasikmalaya, Dorong Produk Lokal Naik Kelas Kuasai Pasar DigitalPendapatan Daerah Menyempit, TPP Kota Tasik Melompat!

Program melibatkan tim dosen dan mahasiswa UNSIL, di antaranya Pertisila Kartika Putir, Prama Permana, Adzka Rosa Sanjayya, Muhamad Andri Arif Pramanda.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah unsur masyarakat dan mitra, seperti Ketua RT setempat, perwakilan UPTD BPPTDK Margawati, Rumah BUMN Tasikmalaya, warga Kampung Cicau, anggota Kelompok Tani Cisarongge, serta sivitas akademika Universitas Siliwangi.

Kampung Cicau memiliki potensi peternakan rakyat yang cukup besar. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan dalam program tersebut, terdapat 32 kepala keluarga yang terlibat dalam kegiatan peternakan.

Jumlah ternak yang dimiliki masyarakat mencapai 88 ekor, terdiri dari 53 ekor domba, 13 ekor kambing, dan 22 ekor sapi.

Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh. Selama ini, usaha peternakan masyarakat belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan yang stabil karena penjualan ternak masih cenderung dilakukan pada momentum tertentu.

Di sisi lain, masyarakat memiliki sumber daya pakan yang cukup tersedia. Hijauan yang tumbuh di sekitar wilayah Kampung Cicau selama ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan harian. Namun, ketika jumlah hijauan melimpah, sebagian belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai persediaan pakan jangka panjang.

Persoalan serupa terjadi pada limbah ternak. Kotoran yang dihasilkan dari aktivitas peternakan belum sepenuhnya diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi. Kondisi inilah yang kemudian menjadi fokus program pengabdian UNSIL.

Baca Juga:Mahasiswa KKN UNITAS Rajapolah Tasikmalaya Asah Citra Diri dan Komunikasi Publik Siswa SMKTaktik Pemicu Polemik! Penutupan Jalur Utama Dadaha Tasikmalaya Rawan Mendatangkan PKL Baru

Ketua program pengabdian, Adil Ridlo Fadillah, menjelaskan bahwa masyarakat Kampung Cicau sebenarnya telah memiliki berbagai modal untuk mengembangkan usaha peternakan. Ketersediaan hijauan dan pengelolaan limbah ternak merupakan sumber daya yang dapat dikembangkan apabila didukung pengelolaan dan teknologi yang tepat.

0 Komentar