Di Kota Tasikmalaya, total aset perbankan mencapai Rp40,56 triliun, dana pihak ketiga Rp15,72 triliun, dan penyaluran kredit Rp20,62 triliun. NPL Kota Tasikmalaya mencapai 4,90 persen dengan LDR 131,23 persen.
Tingginya NPL tersebut menjadi perhatian karena Pemkot Tasikmalaya melakukan penyesuaian TPP ASN yang merupakan salah satu pangsa pasar utama kredit perbankan. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 800.1.10.3/Kep.737-Org./2026, TPP ASN kelas jabatan 15 hingga 12 diberikan sebesar 75 persen, kelas jabatan 11 hingga 8 sebesar 80 persen, sedangkan kelas jabatan 7 hingga 1 sebesar 85 persen.
Penyesuaian tersebut berlaku untuk pembayaran TPP Juli hingga Desember 2026. Dengan skema tersebut, penghasilan tambahan ASN mengalami penyesuaian.
Baca Juga:Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi PolisiBantah Pembunuhan, Kuasa Hukum Pelaku Sebut Kasus di Karangjaya Penganiayaan yang Sebabkan Korban Meninggal
Meski demikian, Nofa mengatakan dampak penyesuaian TPP terhadap kemampuan pembayaran kredit belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. OJK Tasikmalaya tetap meminta perbankan mengantisipasi potensi peningkatan kredit bermasalah. Perbankan didorong memetakan kembali kemampuan bayar nasabah serta menyiapkan skema pembayaran yang sesuai dengan kondisi peminjam.
“Langkah pertama, mereka (nasabah kredit, red) bisa merestrukturisasi sampai dengan batas kemampuan pembayaran yang saat ini bisa mereka lakukan,” kata Nofa.
YAKIN NPL TERJAGA
Terpisah, Pimpinan Bank bjb Cabang Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad, mengatakan pemotongan TPP ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya masih tergolong aman bagi kredit yang telah disalurkan. Bjb sendiri merupakan perbankan yang menyalurkan kredit kepada para ASN, khususnya di Kota Tasikmalaya.
“Sebetulnya kaitan dengan pemotongan ASN kita masih aman. Karena memang dari sisi pemotongannya kan tidak terlalu signifikan,” tutur Fina.
Ia menjelaskan, penyaluran kredit ASN sebelumnya telah memperhitungkan berbagai risiko sehingga perubahan kebijakan TPP dapat diantisipasi.
“Dari sisi produk kredit yang kita salurkan kan itu sudah memitigasi hal-hal tersebut,” ujarnya.
Fina bahkan memastikan penyesuaian TPP tersebut tidak akan meningkatkan rasio kredit bermasalah Bank bjb.
“Tidak akan menambah NPL,” tegasnya.
Baca Juga:Soal PPPK PW Naik Jadi Penuh Waktu, Pemkot Tasikmalaya Masih Tunggu Juklak-Juknis PusatSMAN 2 Kota Tasikmalaya Raih Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026
Menurut Fina, Bank bjb juga terus berkoordinasi dengan Pemkot Tasikmalaya untuk mengantisipasi berbagai kebijakan yang berpotensi memengaruhi nasabah ASN.
“Memang kita juga selalu berkolaborasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kota untuk mengantisipasi hal-hal yang menjadi kebijakan dari Pemerintah Kota,” katanya.
