Para Siswa SDN Gununglipung Tasikmalaya Tampilkan Kreativitas di Karnaval Kemerdekaan

karnaval kemerdekaan SDN Gununglipung
Para siswa SDN Gununglipung Tasikmalaya tampil dengan berbagai kreasi di karnaval kemerdekaan dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke-81, Jumat (21/8/2026). (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Senyum dan keceriaan anak-anak mewarnai suasana Kompleks SDN Gununglipung, Jumat (21/8/2026). Mengenakan beragam kostum dan membawa ornamen bernuansa kemerdekaan, para siswa mengikuti karnaval untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti siswa dari SDN 1, SDN 2, SDN 3, dan SDN 4 Gununglipung. Sejak pagi, lingkungan sekolah dipenuhi suasana berbeda. Para siswa tampak antusias menunjukkan kostum yang telah mereka siapkan bersama.

Ada yang tampil membawa ornamen Garuda, sementara siswa lainnya mengenakan berbagai atribut dengan sentuhan kreativitas masing-masing. Bagi anak-anak, kegiatan tersebut bukan sekadar berjalan bersama dalam sebuah pawai, tetapi menjadi momen untuk bermain, berkarya, sekaligus merasakan semarak kemerdekaan.

Baca Juga:Rekayasa Lalu Lintas Kelewat Batas! Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya Mempersulit Akses Mobilitas WargaTidak Hanya Modal Tiup Peluit, Juru Parkir Digital Kota Tasikmalaya Berbeda Jauh dengan Jukir Ilegal

Kemeriahan semakin terasa ketika para siswa mengikuti fashion show yang diikuti perwakilan dari setiap kelas. Mereka tampil percaya diri di hadapan teman-teman, guru, dan orang tua yang ikut menyaksikan.

Kepala SDN 3 Gununglipung, Euis Dahniati, mengatakan karnaval menjadi salah satu kegiatan yang rutin digelar sekolah dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Pawai menjadi ruang bagi siswa untuk berkreasi sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa.

“Sekolah kami selalu mengadakan pawai dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI,” kata Euis.

Ia menyebutkan, keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan kostum dan berbagai perlengkapan karnaval juga menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut. Ada proses kebersamaan yang terbangun sebelum anak-anak tampil di hadapan masyarakat.

“Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dengan para orang tua siswa, mendorong kreativitas dalam membuat kostum pawai, serta membangun kebersamaan antarteman,” ujarnya.

Bagi Euis, suasana seperti ini penting bagi perkembangan anak. Mereka tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui kegiatan bersama.

Melalui peringatan kemerdekaan, siswa dikenalkan pada nilai-nilai perjuangan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan mereka. Semangat berbagi, bekerja sama, berani tampil, dan menghargai teman menjadi nilai yang secara tidak langsung mereka pelajari.

0 Komentar