CIAMIS, RADARTASIK.ID – Dampak musim kemarau di Kabupaten Ciamis terus meluas. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polres Ciamis kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Salah satunya di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, BPBD bersama PDAM dan Polres Ciamis menyalurkan air bersih kepada 29 KK atau 70 jiwa di RT 04/RW 02, Desa Wangunjaya, Kamis, 20 Agustus 2026.
“Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau,” katanya Jumat (21/8/2026).
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Penyaluran dilakukan setelah BPBD menerima laporan mengenai kondisi warga yang mengalami kesulitan air bersih. Sebenarnya, masih terdapat sumber air berupa sumur gali di sekitar wilayah terdampak.
Namun, lokasinya cukup jauh dari permukiman dan sulit dijangkau karena faktor topografi. Permukiman warga berada di dataran yang lebih tinggi, sedangkan posisi sumur berada di bawah.
“Sebelum mendapat air bersih, masyarakat biasa menggunakan air yang bersumber dari bak penampung mata air yang berada di lahan perhutani melalui pipanisasi ke rumah-rumah warga, namun semejak kemarau Mata Air tersebut sekarang kondisinya kering.
Sedangkan untuk mendapatkan air, warga bisa menempuhnya jarak ke sumur gali harus menempuh perjalanan berkisar antara puluhan hingga 1,5 km,“ujarnya.
Kondisi tersebut mendorong BPBD Ciamis berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan assessment sekaligus mendistribusikan air bersih. Pemerintah juga mendorong penyediaan tempat penampungan air, seperti torn atau kolam terpal, agar air yang disalurkan dapat ditampung dan dimanfaatkan warga.
“Kita pun mengantarkan air bersih satu tangki berisi 5.000 liter,“ katanya.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan secara bersama-sama dengan terlebih dahulu mendata wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca Juga:Pendidikan Politik Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya, Perkuat Kader hingga Tingkat RantingRoad To Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
“Jadi kita bersama BPBD, PDAM, pemerintah daerah, dan juga ada Bu Kades. Kita bersinergi menginventarisir daerah-daerah yang sedang kesulitan air, khususnya air bersih,”ujarnya.
Menurut Eko, distribusi air bersih telah berlangsung hampir satu bulan. Setiap hari, BPBD dan PDAM mengirimkan bantuan air ke sejumlah titik yang membutuhkan.
