Namun, kebutuhan air di lapangan masih cukup besar. Karena itu, Eko mengajak para relawan untuk turut membantu memperkuat distribusi air kepada masyarakat terdampak.
“Ini masih banyak kekurangan. Dari jumlah angkutan juga kita masih membutuhkan banyak bantuan dari relawan yang ingin membantu, kita persilakan,” katanya.
Selain menggunakan kendaraan tangki, pemerintah juga menyiapkan tandon di sejumlah lokasi yang mengalami kesulitan air. Tandon tersebut akan diisi secara berkala oleh BPBD, PDAM, maupun kepolisian.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Penyediaan air melalui tangki dan tandon menjadi solusi sementara selama musim kemarau. Sementara untuk jangka panjang, pemerintah akan mencari sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan sehingga kebutuhan air tidak terus bergantung pada distribusi bantuan.
“Ke depan kita coba mendorong penyelesaian yang sifatnya jangka panjang. Misalnya di satu titik ada sumber air yang bisa digunakan masyarakat,”pungkasnya. (riz)
