TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Jangan buru-buru membuang botol kaca bekas. Di tangan kreatif, barang yang kerap dianggap sampah itu justru bisa berubah menjadi vas bunga estetik dengan nilai jual.
Peluang tersebut coba ditanamkan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mayasari Bakti (UMB) kepada generasi muda melalui pelatihan upcycling dan creative branding.
Limbah botol kaca diolah menjadi vas bunga bergaya kafe kekinian sekaligus dikenalkan sebagai bagian dari konsep eco-preneurship.
Baca Juga:Anak Keracunan, Sertifikasi MBG Jangan Sekadar FormalitasRekayasa Lalu Lintas Dadaha Tasikmalaya! Keramaian Disebar, Konflik Jangan Ikut Melebar
Kegiatan digelar secara luring di Hall Utama SMK Satya Bhakti Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026) lalu.
Sebanyak 30 siswa-siswi Gen-Z mengikuti pelatihan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah barang bekas, tetapi juga bagaimana menjadikannya produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus Ketua Program Studi Kewirausahaan UMB, Muhammad Luthfi Romdoni, S.M., M.M., mengatakan, generasi muda perlu mengubah cara pandang terhadap barang-barang yang ada di sekitarnya.
Menurut dia, memulai usaha tidak selalu harus dengan modal besar. Kepekaan membaca peluang dan keberanian mengolah ide justru menjadi modal penting dalam membangun bisnis kreatif.
“Anak muda masa kini sangat dekat dengan estetika ala kafe. Kita manfaatkan momentum itu untuk mengedukasi mereka bahwa barang yang dianggap limbah seperti botol kaca bekas bisa memiliki nilai ekonomi tinggi jika dipadukan dengan ide kreatif dan strategi branding yang tepat,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, program tersebut diarahkan untuk membangun mentalitas kewirausahaan sejak dini. Gen-Z diharapkan tidak hanya menjadi konsumen tren, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menciptakan tren sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin Gen-Z tidak sekadar menjadi penikmat tren, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pelaku bisnis kreatif yang peduli lingkungan,” tuturnya.
Baca Juga:Kasus Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya, Polisi Tegaskan Tersangka Terancam 15 Tahun PenjaraRumah Lansia di Purbaratu Tasikmalaya Hangus Terbakar, Diduga Berawal dari Kompor Dapur
Di bawah bimbingan tim dosen Prodi Kewirausahaan UMB, Dian Firdaus, SST., M.Tr.E. dan Bobi Rachman, S.E., M.M., serta didampingi mahasiswa, para peserta diajak memahami konsep zero waste melalui praktik langsung.
Proses dimulai dengan membersihkan botol kaca bekas. Selanjutnya, botol dihias menggunakan balutan tali rami (jute twine) dan berbagai ornamen dekoratif agar memiliki tampilan lebih menarik.
