“Jangan menggunakan sertifikasi ‘tembak’ hanya demi menekan biaya atau mengejar formalitas. Yang dipertaruhkan bukan sekadar administrasi, tetapi keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Ia pun mendorong para pemilik dan pengelola dapur MBG untuk lebih selektif dalam memilih lembaga sertifikasi.
Di sisi lain, Satgas Percepatan dan Pengawasan Penyelenggaraan Program MBG di tingkat daerah dinilai harus benar-benar turun ke lapangan.
Baca Juga:Rekayasa Lalu Lintas Dadaha Tasikmalaya! Keramaian Disebar, Konflik Jangan Ikut MelebarKasus Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya, Polisi Tegaskan Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Pengawasan, menurut Riswa, harus dilakukan sejak awal, bukan baru bergerak setelah muncul kasus keracunan.
Riswa berharap pengawasan ketat dapat mencegah terulangnya kejadian yang merugikan penerima manfaat.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama, bukan formalitas di atas kertas,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
