Kepala UPTD Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, mengatakan sistem pembayaran tunai dan non tunai saat ini masih dalam tahap uji coba.
“Sementara ini diuji coba dulu untuk pakai tunai non tunai dengan alat. Mudah-mudahan dengan pakai alat ini bisa mengoptimalisasikan retribusi parkir,” ujar Uen, Rabu (19/8/2026).
Untuk tahap awal, terdapat lima alat yang digunakan di lokasi parkir Jalan HZ Mustofa. Perangkat tersebut menjadi proyek awal sebelum sistem diperluas ke titik parkir lainnya.
“Sekarang lima titik dulu,” katanya.
Baca Juga:Awal Mula TPP Dipotong: Pernah Ada Skenario 50 Persen dan 10 Persen!Di Balik TPP 20 Persen: Potongan, Pinjaman, atau Siasat Anggaran!
Menurut Uen, para juru parkir (jukir) telah mendapatkan edukasi mengenai penggunaan perangkat. Pendampingan juga dilakukan secara langsung agar jukir tidak gagap ketika sistem mulai diterapkan di lapangan.
“Selama jukir belum lancar kita terus dampingi dari UPTD Parkir sama Kominfo tiap hari,” jelasnya.
Plt Kabid Aptika Diskominfo Kota Tasikmalaya, Arif R. Budiman, menjelaskan sistem yang digunakan merupakan aplikasi Sinatria (Sistem Informasi Retribusi dan Analisa Parkir) yang dikembangkan Diskominfo. Aplikasi tersebut diperkenalkan kepada para jukir mulai dari fungsi sistem, penggunaan perangkat hingga cara melihat transaksi.
“Kita jelaskan ke rekan-rekan jukir bahwa nanti untuk sistem parkir di HZ ini sebagai pilot project akan menggunakan sistem yang dikembangkan oleh Kominfo,” tutur Arif. (Rezza Rizaldi)
