Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi Polisi

Pembacokan Karangjaya Tasikmalaya
gambar ilustrasi oleh AI.ChatGPT
0 Komentar

“Nah, pada saat terjadinya penganiayaan itu saya pertama ke TKP. Yang berada di lokasi hanya tiga orang, yaitu ibu, bapak dan pelaku anaknya. Kemudian saya tanya, mengakui perbuatannya dan saya amankan baik orangnya maupun barang buktinya ke Polsek Karangjaya,” tuturnya.

Ironisnya, persoalan yang awalnya hanya soal batas tanah dan sempat berhenti setelah kedua pihak dilerai, justru berakhir dengan hilangnya nyawa seorang warga. Batas tanah yang mestinya selesai di atas kertas malah melebar menjadi persoalan yang dibayar dengan darah.

Situasi di lokasi juga sempat memanas setelah keluarga korban berdatangan. Bahkan, Saptaji menyebut kakak korban sempat membawa golok. Polisi langsung mengamankannya untuk mencegah konflik susulan.

Baca Juga:SMAN 2 Kota Tasikmalaya Raih Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026Tiga Siswa MAN 1 Tasikmalaya Terpilih Jadi Paskibraka Jabar dan Kabupaten

“Nah, kalau kemarin pada saat setelah keluarganya datang sempat memanas karena ada kakaknya dari korban juga membawa golok. Cuman berhasil diamankan oleh saya sendiri, kemudian diserahkan ke keluarganya,” kata Saptaji.

Setelah prosesi pemakaman korban pada Kamis pagi, situasi di wilayah tersebut berangsur kondusif. Meski demikian, polisi tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya gesekan lanjutan antara keluarga korban dan keluarga pelaku.

“Untuk sementara setelah pemakaman tadi pagi, alhamdulillah situasi kondusif dan anggota tetap memantau di lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, jenazah Tata Hendro telah dimakamkan setelah menjalani autopsi di RS Sartika Asih Bandung. Kasus pembacokan tersebut kini ditangani kepolisian. Pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara polisi masih mendalami keterangan para saksi guna memastikan rangkaian peristiwa yang berujung tewasnya korban. (Rezza Rizaldi)

0 Komentar