TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 23 pasangan calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin di Kantor KUA Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/8/2026). Bimbingan tersebut tidak hanya menekankan kesiapan kesehatan dan administrasi, tetapi juga membekali calon pasangan dengan pengetahuan untuk membangun ketahanan keluarga.
Camat Rajapolah, Deden Kurnia mengatakan, perkawinan bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan dua pribadi, dua keluarga, latar belakang, serta cara pandang yang berbeda dalam membangun kehidupan bersama.
“Calon pengantin perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi administratif dan fisik, tetapi juga mental, emosional, spiritual, sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga:Pangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026Pendidikan Politik Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya, Perkuat Kader hingga Tingkat Ranting
Deden menjelaskan, ketahanan keluarga merupakan kemampuan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan, tekanan, perubahan dan tantangan kehidupan dengan tetap mempertahankan keutuhan, keharmonisan, fungsi dan kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, keluarga yang kuat bukan berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu menghadapi masalah bersama-sama dan mencari solusi tanpa menghancurkan hubungan.
Dalam bimbingan tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman mengenai lima pilar ketahanan keluarga. Kelima pilar itu meliputi ketahanan spiritual dan nilai agama, ketahanan emosional dan komunikasi, ketahanan ekonomi, ketahanan dalam pengasuhan anak, serta kemampuan menjaga hubungan sosial dan keluarga besar.
Untuk menghadapi konflik rumah tangga, pasangan juga dibekali prinsip Stop, Tenang, Bicara dan Cari Solusi. Calon suami dan istri diingatkan untuk menghentikan pertengkaran ketika emosi memuncak, menenangkan diri, kemudian membicarakan persoalan secara terbuka dan mencari solusi bersama.
“Yang dicari bukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang dicari adalah bagaimana masalah dapat diselesaikan tanpa merusak hubungan,” katanya.
Selain komunikasi, persoalan ekonomi juga menjadi perhatian. Calon pengantin didorong terbuka mengenai kondisi keuangan, menentukan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran keluarga, menghindari utang konsumtif dan mulai membiasakan diri menabung.
Dalam pengasuhan anak, peran ayah dan ibu juga ditekankan harus berjalan bersama. Anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, perlindungan, pendidikan, keteladanan, komunikasi dan waktu bersama orang tua.
