BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Distan) Kota Banjar mengimbau petani tidak melakukan penanaman padi. Langkah itu sebagai upaya antisipasi gagal tanam di musim kemarau.
Pada musim kemarau saat ini, ketersediaan air tidak mencukupi untuk dilakukan penanaman padi. Terlebih, pasokan air Sungai Citanduy mulai berkurang.
Kepala Distan Kota Banjar Yoyon Cuhyon mengatakan, imbauan tersebut menindaklanjuti surat Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy nomor SA0402/B/Bbws13/2026/1458 terkait imbauan rencana tanam padi masa tanam III, khusus di daerah irigasi Lakbok Utara wilayah Kota Banjar (Kecamatan Langensari).
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Surat itu muncul berdasarkan pemantauan kondisi ketersediaan air dan operasi pengaliran pada irigasi Lakbok Utara dikhawatirkan ketersediaan air Sungai Citanduy alami kekurangan.
“Sehingga pihak BBWS Citanduy, tidak dapat menjamin ketersediaan debit air Sungai Citanduy karena keterbatasan ketersediaan air serta perkiraan habisnya tampungan air di Bendungan Leuwikeris,” katanya, Rabu 19 Agustus 2026.
Pihaknya mengajak para petani Kota Banjar di sekitar wilayah Lakbok Utara (Kecamatan Langensari) tidak melakukan penanaman padi.
“Kita anjurkan pada petani untuk tidak tanam padi, karena ketersediaan air tidak mencukupi di Sungai Citanduy yang mengalir ke irigasi,” jelasnya.
Hal tersebut, guna menghindari risiko kekurangan air dan potensi gagal panen (puso) akibat keterbatasan pasokan air di musim kemarau saat ini.
Namun, jika ada petani Kota Banjar yang tetap melakukan tanam padi, supaya optimalkan irigasi dengan perpompaan dan pipanisasi yang ada di kelompok tani masing. (Anto Sugiarto)
