Siaga Hadapi Kekeringan, Linmas dan RT di Mangunreja Tasikmalaya Dilarih Tanggap Bencana

Kekeringan tasikmalaya
Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) serta para ketua RT se-Desa Sukasukur mengikuti Pelatihan Pengendalian Kekeringan, Jumat 14 Agustus 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan melalui Pelatihan Pengendalian Kekeringan Desa Tanggap Bencana, Jumat (14/8/2026).

Pelatihan melibatkan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan para ketua RT se-Desa Sukasukur. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, hingga menyusun langkah penanganan kekeringan secara bersama.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tantribum) Kecamatan Mangunreja, Mochamad Nizan Mulyana, S.IP., M.Si., mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan di tingkat desa penting karena Linmas dan ketua RT bersentuhan langsung dengan kondisi warga.

Baca Juga:Kepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi LokalKonflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia Tanah

“Kami dari Kecamatan Mangunreja mewakili Pak Camat mengapresiasi kegiatan pelatihan pengendalian kekeringan Desa Tanggap Bencana yang diadakan oleh Desa Sukasukur,” ujarnya saat di konfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Nizan berharap pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diterapkan dalam menghadapi ancaman kekeringan maupun potensi bencana lainnya.

“Kami mengharapkan setelah adanya pelatihan tersebut dapat meminimalisir bencana kekeringan dengan rencana risiko bencana dan mitigasi yang kompak bersama seluruh elemen di wilayah,” katanya.

Ia menegaskan, pengendalian dampak kekeringan membutuhkan koordinasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, aparat kewilayahan, Linmas, ketua RT hingga masyarakat. Kesamaan pemahaman mengenai risiko dan langkah penanganan dinilai menjadi kunci agar respons terhadap kondisi darurat lebih cepat dan terarah.

Selain penanganan saat bencana terjadi, masyarakat juga didorong melakukan pencegahan sejak dini dengan mengenali kondisi wilayah dan menyusun langkah mitigasi. Dengan demikian, ancaman musim kering berkepanjangan yang berpotensi mengganggu ketersediaan air dan aktivitas warga dapat diantisipasi.

Keberadaan Linmas dan ketua RT juga dinilai strategis dalam mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan.

“Dengan koordinasi yang baik, potensi dampak kekeringan dapat ditekan dan penanganan terhadap warga terdampak bisa dilakukan secara lebih terarah,” ucapnya.

Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar

Nizan menilai keberhasilan mitigasi sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai risiko bencana perlu diperkuat hingga tingkat lingkungan dan keluarga.

0 Komentar