TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Serai yang selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur dimanfaatkan mahasiswa KKN Kelompok 24 Universitas Bhakti Kencana (UBK) Tasikmalaya menjadi sebuah inovasi spray antinyamuk.
Inovasi tersebut diperkenalkan kepada warga RW 10 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, melalui kegiatan “GERMAS LINGKUNGAN: Gerakan Peduli Sampah dan Pencegahan Perkembangbiakan Nyamuk melalui Pemanfaatan Spray Serai” yang digelar di PAUD Assuhla, Rabu (5/8/2026).
Warga, terutama ibu-ibu dan orang tua murid, diajak melihat sekaligus mempraktikkan langsung cara mengolah serai menjadi spray antinyamuk.
Baca Juga:STMIK DCI Dorong UMKM Sadulur Tasikmalaya Naik Kelas lewat AI dan Meta AdsSulalatul Huda, Warisan Terbesar dari Sang Kiai!
Ketua Pelaksana kegiatan, Safitri Wulandari, mengatakan serai dipilih sebagai bahan baku karena mudah ditemukan dan harganya relatif murah. Menurutnya, selama ini serai atau Cymbopogon citratus lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan memasak.
Dalam pengolahannya, ekstrak serai dicampurkan dengan larutan alkohol yang berfungsi sebagai pelarut. Campuran tersebut kemudian diberi tambahan ekstrak daun kemangi atau daun jeruk untuk menghasilkan aroma yang lebih segar.
Tahapan pembuatan itu diperagakan terlebih dahulu oleh mahasiswa sebelum warga mencobanya sendiri. Mereka diajak mengukur rasio alkohol, kemudian mencampurkannya dengan ekstrak dan pewangi alami ke dalam botol spray.
Agar pengetahuan tersebut dapat digunakan kembali setelah kegiatan selesai, tim KKN 24 menyerahkan booklet panduan kepada 10 kader kesehatan RW 10 Kelurahan Sukarindik.
Video tutorial juga ditayangkan selama kegiatan untuk membantu warga mempelajari kembali tahapan pembuatan, termasuk proses ekstraksi secara mandiri.
Dengan bahan baku yang mudah diperoleh, ia berharap keterampilan tersebut membuat warga lebih percaya diri untuk membuatnya sendiri di rumah.
“Inovasi ini kami hadirkan bukan hanya sekadar program kerja KKN, melainkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung SDGs di tingkat lokal melalui tagline Cerdas, Sehat, Sejahtera. Bahan-bahannya sangat ramah kantong dan mudah didapat,” ujar Safitri.
Baca Juga:Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi AnakTim Dosen Unsil Dorong UMKM Singaparna Melek Keuangan Digital Syariah
Menurutnya, praktik langsung juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut agar warga tidak sekadar mengetahui cara pembuatan spray, tetapi dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri.
“Dengan mengajak warga mempraktikkan langsung pencampuran ekstrak dan alkohol sesuai rasio yang tepat, diselingi penayangan video tutorial serta penyerahan booklet untuk kader kesehatan, kami berharap warga semakin paham dan percaya diri untuk membuatnya mandiri di rumah,” tuturnya.
