Sementara itu, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan KKN UBK Tasikmalaya, Lina Marlina SST MKeb, berharap keterampilan tersebut dapat terus dikembangkan masyarakat setelah kegiatan KKN selesai, termasuk menjadi usaha tambahan bagi keluarga.
“Saya berharap kegiatan GERMAS ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga bisa mengubah kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kedepannya, saya berharap masyarakat dapat memiliki keterampilan untuk membuat, mengemas, dan memasarkan spray serai secara mandiri, sehingga bisa menjadi usaha tambahan bagi keluarga. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.
Selain pelatihan pembuatan spray, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi membersihkan lingkungan. Warga bersama mahasiswa membersihkan sampah dan genangan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Baca Juga:STMIK DCI Dorong UMKM Sadulur Tasikmalaya Naik Kelas lewat AI dan Meta AdsSulalatul Huda, Warisan Terbesar dari Sang Kiai!
Aksi tersebut melengkapi upaya pencegahan yang dilakukan melalui pemanfaatan spray serai. Dengan membersihkan lingkungan sekaligus mengurangi tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. (Fitriah Widayanti)
