TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Terbatasnya daya tampung dan jumlah SMP negeri membuat sekolah swasta dan madrasah tsanawiyah (MTs) menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pendidikan lulusan SD di Kota Tasikmalaya.
Di tengah jumlah lulusan yang jauh lebih besar daripada kapasitas sekolah negeri, keberadaan satuan pendidikan non-negeri menjadi salah satu penyangga agar lulusan SD tetap memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan.
Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Indra Risdianto, mengatakan bahwa daya tampung SMP negeri hanya mencakup sebagian dari keseluruhan lulusan SD setiap tahun.
Baca Juga:Budaya Jadi Jalan UMKM Naik Kelas, IFG dan Jamkrindo Perkuat Akses PembiayaanKPU-Bawaslu Akui Tak Verifikasi Langsung Syarat Pendidikan Gibran saat Nyalon Wapres
“Lulusan SD itu 11.000-an, sementara kapasitas SMP negeri sekitar 4.000 siswa. Makanya lebih banyak yang terserap di swasta di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Besarnya kebutuhan tersebut ditopang oleh jumlah satuan pendidikan swasta yang relatif lebih banyak dibandingkan sekolah negeri. Indra menyebut Kota Tasikmalaya memiliki 21 SMP negeri dan sekitar 70 SMP swasta. Selain itu, sebagian lulusan SD juga melanjutkan pendidikan ke MTs yang berada di bawah Kementerian Agama.
Dengan pilihan sekolah yang cukup beragam, persoalan pendidikan tidak berhenti pada ketersediaan tempat bagi lulusan SD. Sekolah juga harus mampu meyakinkan orang tua bahwa lembaga pendidikan yang dipilih dapat memberikan pembelajaran dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Pertimbangan tersebut, menurut Indra, ikut memengaruhi sebaran peserta didik di antara sekolah swasta. Sekolah yang memiliki kualitas dan daya tarik lebih kuat cenderung menjadi pilihan masyarakat, sementara sekolah lainnya perlu bekerja lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan orang tua.
“Masyarakat itu sudah melek. Orang tua masih memilih swasta yang bagus. Kembali lagi ke kualitas sekolahnya,” katanya.
Karena itu, Indra mendorong sekolah swasta tidak sekadar melihat keterbatasan daya tampung sekolah negeri sebagai peluang mendapatkan peserta didik. Peningkatan kualitas pembelajaran justru menjadi langkah penting agar sekolah mampu membangun kepercayaan masyarakat dan memiliki daya saing di tengah banyaknya pilihan pendidikan di Kota Tasikmalaya. (Fitriah Widayanti)
