Tidak membutuhkan waktu terlalu lama, ia kemudian mencetak gol pertamanya di kompetisi kasta tertinggi Portugal.
Sejak saat itu, Mora mulai mendapatkan tempat yang semakin penting di skuad Porto.
Pada musim berikutnya, Mora mendapatkan kesempatan berkembang lebih jauh di bawah pelatih Francesco Farioli.
Baca Juga:Dusan Vlahovic Selangkah Lagi Tinggalkan Juventus, Terima Tawaran Fantastis Besiktas Kepala Wasit UEFA Minta Kurangi Penggunaan VAR: “Ini Sepak Bola, Bukan PlayStation”
Kehadirannya membantu Porto dalam perjalanan meraih gelar juara Portugal. Meski masih sangat muda, Mora mampu mencatatkan 28 penampilan di Liga Primeira dan menyumbang satu gol.
Tak hanya di kompetisi domestik, pengalaman Mora juga bertambah melalui panggung Eropa.
Ia mencetak tiga gol di Liga Europa, menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi ketika menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, Mora telah mencatatkan 16 gol dan enam assist dalam 79 penampilan bersama Porto.
Sementara bersama Porto B, ia mengoleksi lima gol dan dua assist dari 34 pertandingan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Mora bukan sekadar pemain muda yang memiliki potensi. Ia sudah memiliki pengalaman bermain di level profesional meski usianya baru 19 tahun.
Ketertarikan Roma terhadap Mora tidak terlepas dari kebutuhan Gasperini untuk memiliki pemain ofensif dengan kemampuan individu tinggi.
Baca Juga:Beppe Bergomi: Juventus Punya Banyak Pemain yang Jago Duel Satu Lawan SatuCostacurta Bongkar Masalah AC Milan: Mental Pemain Gampang Runtuh dalam Siatuasi Sulit
Mora dikenal memiliki teknik yang baik, mobilitas tinggi, serta kemampuan bermain di ruang sempit.
Karakter tersebut sangat penting dalam sistem permainan yang mengandalkan intensitas, pergerakan tanpa bola, serta pertukaran posisi.
Roma juga membutuhkan pemain yang mampu memberikan variasi dalam serangan. Kehadiran Mora diharapkan bisa memberikan pilihan baru bagi Gasperini, terutama ketika Giallorossi menghadapi lawan yang bermain dengan pertahanan rapat.
Usianya juga menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan kedatangan Mora, Roma tidak hanya mendapatkan pemain yang bisa membantu tim dalam jangka pendek, tetapi juga aset berharga untuk masa depan. Jika berkembang sesuai harapan, nilai pemain tersebut berpotensi meningkat secara signifikan.
Oleh karena itu, formula pinjaman dengan kewajiban pembelian berdasarkan sejumlah target dapat menjadi solusi bagi Roma untuk mengamankan talenta Portugal tersebut tanpa langsung menanggung seluruh biaya transfer.
Nilai total transfer yang mencapai €50 juta atau sekitar Rp1 triliun menunjukkan betapa tingginya penilaian terhadap Mora.
