TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui sejumlah program yang dilaksanakan Pemkab Tasikmalaya. Dalam apel pagi di Lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/8/2026), pemerintah daerah menyerahkan secara simbolis Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM dan pekerja informal.
Selain itu, diserahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan Surat Izin Praktek (SIP) bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis peserta magang nasional.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Pemkab Tasikmalaya juga menyematkan kartu peserta pelatihan program magang kerja ke Jepang serta menyerahkan persetujuan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) kepada perwakilan pelaku UMKM penerima KURDA.
Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr H Kurniawan Ak CA mengatakan, dari sisi pelayanan dasar terdapat dua program magang yang difasilitasi Pemkab Tasikmalaya, yakni program magang kerja ke Jepang dan magang nasional bagi peserta fresh graduate yang ditempatkan di BLUD maupun BUMD.
“Yang mampu kita tampung, diberikan kesempatan belajar, mengenal dunia kerja, ada lima peserta yang lolos magang nasional untuk tenaga kesehatan di lima Puskesmas di Kecamatan Ciawi, Rajapolah, Sukahening, Cigalontong dan Bojongasih,” kata Kurniawan.
Menurut Kurniawan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang maju, sejahtera dan berdaya saing melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, pelayanan publik berkualitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Salah satu prioritas utama dalam mewujudkan komitmen misi tersebut adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Kurniawan, kepada Radar.
Ia menegaskan, pertumbuhan investasi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Investasi tidak cukup hanya diukur dari peningkatan nilai penanaman modal, tetapi juga harus berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, pengembangan usaha mikro kecil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk semangat dan memiliki komitmen yang sama agar investasi di daerah ini harus memberikan multiplier efek bagi perekonomian daerah,” ajak Kurniawan.
