GARUT, RADARTASIK.ID – Dampak musim kemarau dirasakan masyarakat di beberapa kecamatan Kabupaten Garut. Dampak yang paling dirasakan adalah kesulitan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut pun bergerak. Menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau ini.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Garut per Minggu 9 Agustus 2026 sore, sebanyak 125.000 liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah titik terdampak kekeringan.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, menyampaikan bahwa penanganan dampak kemarau dan pasokan air bersih terus difokuskan pada wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih cukup parah.
“Kita, pengiriman air untuk distribusi ya, itu sudah 125.000 liter di 6 kecamatan,” ucapnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Enam kecamatan yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih di antaranya Kecamatan Pasirwangi, Kecamatan Cigedug, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan Cibatu, Kecamatan Sucinaraja, dan Kecamatan Karangpawitan.
Ratusan ribu liter air didistribusikan menggunakan 25 armada tangki. “Dengan total penerima manfaat mencapai 1.839 Keluarga (KK) atau sekitar 5.687 jiwa,” katanya.
Adapun rincian wilayah serta volume distribusi air bersih di enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Cigedug di Desa Cintanagara (65.000 liter), Kecamatan Sucinaraja di Desa Linggamanik (25.000 liter), Kecamatan Pasirwangi Desa Karyamekar (10.000 liter), Kecamatan Tarogong Kaler di Desa Sirnajaya (10.000 liter), Kecamatan Cibatu di Desa Kertajaya (5.000 liter), Desa Mekarsari (7.500 iter), dan Desa Sindangsuka (2.500 liter), serta Kecamatan Karangpawitan di Desa Sindangpalay (5.000 liter).
Aah menambahkan bahwa aksi tanggap darurat pasokan air bersih tidak hanya melibatkan BPBD Kabupaten Garut saja.
“Dalam proses pendistribusian air bersih ini, kami berkolaborasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Dinas Sosial, PDAM, hingga Baznas Kabupaten Garut,” katanya.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanAturan Jam Malam di Garut Diperketat, Antisipasi Kejahatan
Ia mengimbau masyarakat yang wilayahnya terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk segera melapor.
“Kami mengimbau masyarakat yang wilayahnya mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor melalui pihak desa atau kecamatan setempat,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
