Spalletti juga melakukan eksperimen menarik dari sisi taktik.
Awalnya, Alajbegovic ditempatkan di sisi kiri. Namun, posisinya kemudian digeser lebih ke tengah untuk memainkan peran sebagai trequartista atau gelandang serang nomor 10 dalam formasi 4-2-3-1.
Perubahan tersebut membuat Alajbegovic terlihat lebih nyaman.
Ia memiliki ruang untuk menerima bola, bergerak di antara lini tengah dan pertahanan lawan, sekaligus membantu menciptakan peluang.
Sayangnya, pemain yang sebelumnya memperkuat Bayer Leverkusen dan Salzburg itu gagal memanfaatkan kesempatan emas pada penghujung pertandingan.
Baca Juga:Inter Kalahkan Leverkusen untuk Rekrut Moussa Diaby: Ajukan Tawaran Baru Sebesar Rp500 MiliarReal Madrid Bersedia Pinjamkan Endrick ke AS Roma: Peminjaman Tanpa Opsi Beli Jadi Kendala
Alajbegovic mendapatkan bola dengan posisi cukup ideal untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Namun, penyelesaiannya menggunakan kaki kanan justru mengarah langsung kepada kiper Inter, Yann Sommer, sehingga peluang tersebut berhasil diamankan.
Meski demikian, kegagalan itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan tekanan besar kepada Alajbegovic.
Justru seperti yang disampaikan Del Piero, pemain muda membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sistem permainan, intensitas Serie A, serta ekspektasi besar yang selalu mengiringi seragam Juventus.
Sementara itu, kembalinya Kolo Muani juga memberikan harapan baru bagi lini depan Juventus.
Penyerang asal Prancis tersebut masuk pada awal babak kedua menggantikan Jonathan David. Secara langsung, kehadirannya membuat serangan Juventus terlihat lebih berbahaya.
Kolo Muani memang belum berada dalam kondisi terbaik. Setelah tidak masuk dalam rencana utama Paris Saint-Germain sejak awal musim panas, kondisi fisiknya masih membutuhkan waktu untuk mencapai level optimal.
Namun, karakter permainannya terlihat jelas.
Baca Juga:Manchester City Bidik Enzo Fernandez untuk Gantikan Rodri, PSG Incar Bintang Ajax Jurnalis Argentina: AC Milan Layangkan Tawaran Perdana untuk Leandro Paredes
Kolo Muani memberikan kekuatan fisik, tinggi badan, kemampuan menyerang ruang serta mobilitas yang membuat pertahanan Inter harus bekerja lebih keras.
Pada fase akhir pertandingan, ketika Juventus melakukan tekanan untuk mengejar gol kedua, Kolo Muani beberapa kali terlibat dalam serangan.
Ia membangun kombinasi dengan rekan setimnya, termasuk melakukan pertukaran bola yang bagus dengan Jérémie Boga.
Ia juga sempat meminta penalti setelah terlibat dalam situasi di kotak penalti.
Bagi Juventus, kembalinya Kolo Muani menjadi kabar penting. Terlebih, komposisi lini depan Bianconeri mengalami perubahan besar.
