CIAMIS, RADARTASIK.ID — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Ciamis terus memperluas gerakan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga tingkat desa. Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem penanganan ATS berbasis masyarakat dengan melibatkan pemuda, pemerintah desa, kepala dusun, serta relawan di tingkat lokal.
Terbaru, PDPM Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi dan koordinasi penanganan ATS di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis Mochamad Isa Nuralamsyah, S.Sos., PIC Penanganan ATS Derry Ridwan Maoshul, Pemuda Desa Ciparay Fajar, serta Kepala Dusun Beuti Desa Ciparay Hanan.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis Mochamad Isa Nuralamsyah menegaskan, desa menjadi titik penting dalam penanganan ATS karena pemerintah desa, kepala dusun, pemuda, dan masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kehidupan anak dan keluarganya.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
“Persoalan Anak Tidak Sekolah bukan sekadar persoalan angka. Di balik setiap data terdapat anak, keluarga, kondisi ekonomi, sosial, dan berbagai persoalan yang berbeda. Di sini lah pentingnya keterlibatan unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat desa dalam menemukan, memverifikasi, serta mendampingi anak-anak yang tidak bersekolah,” katanya kepada radar, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan penanganan ATS tidak cukup diukur dari jumlah data yang berhasil diverifikasi. Ukuran utamanya adalah seberapa banyak anak yang akhirnya mendapatkan solusi pendidikan yang nyata.
Karena itu, penanganan ATS tidak boleh berhenti pada pendataan administratif. Setiap data perlu ditindaklanjuti melalui penelusuran kondisi anak secara langsung untuk mengetahui penyebab mereka tidak bersekolah sekaligus menentukan solusi yang sesuai.
“Karena itu, kita harus datang langsung, memastikan kondisinya, mendengarkan keluarganya, kemudian bersama-sama mencari jalan agar anak tersebut dapat kembali memperoleh hak pendidikannya,” ujarnya.
PIC Penanganan ATS Derry Ridwan Maoshul menambahkan, Pemuda Muhammadiyah Ciamis mendorong pola penanganan yang bergerak dari data menuju verifikasi, dari verifikasi menuju pendampingan, dan dari pendampingan menuju solusi pendidikan.
Sosialisasi di Desa Ciparay diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat jejaring relawan pendidikan hingga tingkat desa dan dusun. Dengan demikian, keberadaan anak yang tidak sekolah dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat.
