Ke depan, Teater SMKN Bantarkalong telah menyiapkan sejumlah program kerja. Selain menggelar pementasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, ekstrakurikuler tersebut akan menjadi wadah pembinaan menghadapi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), khususnya pada cabang monolog, menulis cerpen, baca puisi, dan cipta puisi.
Tak hanya itu, Teater SMKN Bantarkalong juga berencana menggelar Safari Dongeng ke sejumlah SD dan SMP di sekitar Kecamatan Bantarkalong. Program tersebut dirancang untuk memperkuat budaya literasi sekolah sekaligus menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap cerita rakyat di kalangan pelajar usia dini.
“Insyaallah ekskul ini menjadi wadah anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya,” ucap Feby.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Ia bersyukur berbagai capaian yang telah diraih di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya pada bidang monolog dan menulis cerpen, menjadi modal untuk menghidupkan kembali ekstrakurikuler teater.
Feby berharap Teater SMKN Bantarkalong tidak hanya melahirkan siswa yang mampu tampil di atas panggung, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, menulis, serta berkolaborasi melalui berbagai aktivitas literasi.
Dengan diaktifkannya kembali ekstrakurikuler tersebut, ia optimistis budaya literasi di sekolah akan semakin berkembang melalui pendekatan seni.
“Dengan adanya teater diharapkan menjadi ruang belajar yang kreatif sekaligus menjadi media pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan prestasi siswa, baik di tingkat kabupaten maupun pada ajang kompetisi yang lebih tinggi,” pungkasnya. (obi)
