Meski FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tuduhan tersebut, tekanan terhadap Infantino terus meningkat.
Di tengah situasi tersebut, Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut menjadi sosok yang paling siap memanfaatkan momentum.
Media Italia Tuttomercatoweb menilai Ceferin telah lama menunggu kesempatan untuk menghadapi Infantino secara terbuka.
Baca Juga:Pippo Inzaghi Kaget Banyak Penggemar Palermo di Australia: Saya Kira Mereka Fans AC MilanYan Diomande Jadi Rekrutan Termahal Real Madrid, Vinicius Jr Semakin Jauh dari Arsenal
Dengan mengusung narasi “sepak bola milik rakyat”, Ceferin disebut berhasil membangun dukungan dari banyak federasi yang menolak komersialisasi berlebihan dalam sepak bola.
Ia juga dikabarkan aktif berkomunikasi dengan berbagai anggota FIFA untuk menyampaikan pandangannya bahwa kepemimpinan Infantino sudah tidak lagi layak dipertahankan.
Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi senjata utama Ceferin dalam memperlemah posisi rivalnya di tubuh sepak bola internasional.
Akibat derasnya kritik dan semakin banyaknya pihak yang mempertanyakan kepemimpinannya, peluang Gianni Infantino untuk kembali terpilih sebagai Presiden FIFA mulai diragukan.
Bahkan, sejumlah pengamat menilai bukan tidak mungkin Infantino memilih mengundurkan diri sebelum pemilihan berikutnya apabila tekanan politik terus meningkat.
Meski demikian, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung kuat, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang beberapa kali secara terbuka memberikan pujian terhadap kepemimpinannya.
Jika Infantino benar-benar meninggalkan jabatannya, muncul satu nama yang dinilai berpeluang menjadi penerusnya, yakni Arsene Wenger.
Baca Juga:Infantino Usulkan Maroko Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Diduga Minta Dukungan untuk Jabatan Presiden FIFA Andalkan Data Algoritma, AC Milan Incar Bintang Muda Chili untuk Gantikan Leao
Mantan pelatih Arsenal itu saat ini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA dan dianggap memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola, baik dari sisi teknis maupun pengembangan permainan.
Ironisnya, Wenger justru bergabung ke FIFA atas undangan Gianni Infantino sendiri.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai siapa yang akan maju sebagai calon Presiden FIFA berikutnya.
Yang jelas, dinamika politik di tubuh organisasi sepak bola dunia semakin memanas.
Apakah Gianni Infantino mampu mempertahankan posisinya atau justru Aleksander Ceferin berhasil membangun kekuatan untuk menggulingkannya, semuanya kemungkinan akan mulai terjawab menjelang Kongres FIFA 2027.
Satu hal yang pasti, berbagai kontroversi dalam beberapa pekan terakhir telah membuat masa depan kepemimpinan Infantino menjadi salah satu isu terbesar dalam dunia sepak bola internasional.
