Karena itu, mahasiswa didorong menanamkan tiga pola pikir utama, yakni growth mindset agar terus belajar, future mindset supaya mampu beradaptasi dengan perubahan, serta innovation mindset untuk terus melahirkan ide dan solusi baru.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Dalam enam tahun ke depan, sekitar 39 persen jenis keahlian diperkirakan akan mengalami perubahan sehingga mahasiswa tidak boleh berhenti belajar hanya dari kegiatan di ruang kelas.
Pada kesempatan yang sama, Yassierli juga menyampaikan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Baca Juga:Laba Bersih BBNI Semester I 2026 Naik 7 Persen Jadi Rp 10,8 Triliun, Sesuai Ekspektasi PasarLaba Bersih PGEO Semester Naik 15 Persen tapi di Bawah Ekspektasi, Ditopang Keuntungan Selisih Kurs
Setelah berdiskusi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, pemerintah memutuskan meningkatkan kuota pelatihan dan sertifikasi kompetensi gratis dari semula 2.000 orang menjadi 10.000 orang pada tahun ini.
Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan diakui secara nasional, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja serta memperbesar peluang masyarakat memperoleh pekerjaan sesuai kompetensinya. (rls)
